Nasional

Kritik Makan Bergizi Gratis, Pakar Pendidikan Ingatkan Jangan Sampai Ciptakan Generasi Mental Pengemis

×

Kritik Makan Bergizi Gratis, Pakar Pendidikan Ingatkan Jangan Sampai Ciptakan Generasi Mental Pengemis

Sebarkan artikel ini
Sisa Makan Bergizi Gratis
Siswa SMAN 4 Semarang menunjukkan menu makan bergizi gratis di hari pertama pelaksanaan, Senin, 6 Januari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pakar pendidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Ngasbun Egar memberikan pandangan terkait program andalan Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, jangan sampai pemberian makan gratis menjadikan mental generasi penerus bangsa menjadi lemah.

Ia mengatakan, program MBG berpotensi melemahkan mental daya juang para siswa. Hal itu karena makan gratis bisa menjadikan mental siswa menjadi berharap pemberian dari orang lain.

“Jangan sampai program itu melemahkan mental daya juang anak-anak kita. Jangan sampai mental anak-anak kita mental berharap pemberian dari orang lain, dari pemerintah.

Dan jangan sampai program itu menganggu kemandirian anak bangsa. Kita harus mencetak generasi mandiri yang mampu memenuhi kebutuhan dirinya sendiri,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Senin, 20 Januari 2025.

BACA JUGA: Fakta-Fakta Murid SD di Sukoharjo Mual Usai Santap Makan Bergizi Gratis, Lauk Kurang Matang

Ngasbun menuturkan, selain program MBG, pemerintah semestinya juga memberikan program-program lain yang fokus mendidik mentalitas siswa agar lebih mandiri. Salah satunya program pelatihan wirausaha.

Dengan begitu, siswa tidak akan memiliki mental yang lemah dan berharap pada pemberian orang lain. Melainkan juga memiliki daya juang yang tinggi.

“Jangan menciptakan generasi-generasi lemah, generasi peminta yang berharap uluran tangan orang lain. Itu berbahaya, melemahkan bangsa. Yang kita yakinkan betul ada program-program yang dilaksanakan yang tujuannya untuk mendidik sifat-sifat mandiri siswa,” tuturnya.

Pelaksanaan makan bergizi gratis secara tepat sasaran

Terkait implementasi pendidikan karakter dalam MBG ini, Ngasbun merasa tidak tepat. Menurutnya, MBG lebih berorientasi pada dukungan secara fisik tepatnya nutrisi siswa. Setelah itu, baru kemudian harapannya pemenuhan nutrisi itu berdampak pada jalannya proses pembelajaran.

“Penambahan nutrisi anak-anak di dalam aktivitas sehari-hari karena dukungan nutrisinya bagus di harapkan mereka lebih semangat, daya otaknya lebih lama, tidak lemas. Hal-hal terkait itu, bukan arahnya ke pendidikan karakter. Tapi arahnya ke pemenuhan nutrisi,” ucap Ngasbun.

BACA JUGA: Momen Makan Bergizi Gratis SMA Viral, Gokilnya Gak Main-main!

Kendati demikian, Ngasbun sedikit mendukung program MBG ini. Dengan catatan, MBG harus berbarengan dengan program-program karakter pendidikan yang lain dan pelaksanaannya secara tepat sasaran.

“Bukannya tidak baik MBG ini, tapi kemudian harus dipastikan betul bahwa harus dibarengi. Jangan sampai itu merosotkan mentalitas bangsa kedepan. Jangan sampai menciptakan generasi lemah, generasi yang tangan di bawah,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp