SEMARANG, beritajateng.tv – Program Makan Bergizi Gratis yang sudah dimulai sejak 6 Januari 2025 hingga kini masih menjadi sorotan masyarakat.
Bahkan, anak-anak SMA membuat konten makan bergizi gratis berisi kreasi maupun reaksi mereka terhadap makan siang yang mereka dapatkan setiap harinya.
Seminggu berlalu sejak program Prabowo-Gibran ini berlangsung, tak sedikit video reaksi anak-anak SMA beredar di media sosial.
BACA JUGA: Review Makan Bergizi Gratis Hari ke 5: Menu Itu-itu Aja hingga Rasa Sayur Asam
Salah satunya adalah video “core” atau kompilasi video reaksi anak-anak SMA tentang makan siang gratis.
Video tersebut pun kemudian mendapatkan banyak atensi. Video kompilasi tersebut diunggah ke TikTok oleh akun arthurleywin_id dan berhasil viral hingga ditonton lebih dari 1 juta kali.
Dalam video kompilasi tersebut, tampak anak-anak antusias setiap kali mendapatkan paket makan siang gratis.
Terdapat siswa yang membuat pantun di tengah antusiasnya mendapat makan siang gratis.
“Sebelum makan aku punya pantun Pak. Jalan-jalan ke pasar ikan, pulangnya membeli sarden. Hari ini kita makan-makan, terima kasih Pak Presiden,” tutur murid SMA berseragam batik tersebut.
erd memberikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program makan siang gratis ini.
“Bapak, terima kasih atas makan siang gratisnya. Sangat membantu kami yang sangat kelaparan. Terima kasih, makanannya sangat lezat, enak, dan bergizi,” tutur salah satu anak SMA, seperti beritajateng.tv kutip dari TikTok, Selasa 14 Januari 2025.
BACA JUGA: Bupati Arief Rohman Resmi Luncurkan Makan Bergizi Gratis di Blora
Sebagai informasi, meski program ini sudah mulai berlangsung sejak 6 Januari, rupanya belum semua pelajar di Indonesia mendapatkannya.
Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memberikan penjelasan terkait kekecewaan sejumlah pelajar yang belum mendapatkan makan bergizi gratis. Pratikno menjelaskan, program makan bergizi gratis memang belum dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata.
“Ya memang, ya begitulah. Kita kan negara besar ya. Ini semua kan juga bagian dari prototyping untuk menentukan mana yang model yang tepat ya,” ujar Pratikno. (*)





