Uncategorized

Lestarikan Kesenian Wayang Kulit, Disbudpar Kota Semarang Gelar Festival Dalang Cilik di TBRS

×

Lestarikan Kesenian Wayang Kulit, Disbudpar Kota Semarang Gelar Festival Dalang Cilik di TBRS

Sebarkan artikel ini
Dalang Cilik
Salah satu finalis saat beraksi pada Festival Dalang Cilik di di Gedung Ki Narto Sabdo, TBRS, Kamis, 23 November 2023. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sepuluh finalis dalang cilik se-Kota Semarang mengikuti Festival Dalang Cilik gelaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

Dalam festival yang berlangsung pada 22-23 November 2023, para dalang cilik yang memakai pakaian Jawa ini beraksi di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Pelaksana Teknik sekaligus Sub Koordinator Atraksi Budaya Disbudpar, Sarosa, menyampaikan bahwa festival ini merupakan agenda tahunan untuk memberikan kesempatan kepada para dalang cilik. Ia menjelaskan, lomba dalang cilik terdiri dari dua tahap pelaksanaan.

Yang pertama, sebanyak 18 peserta mengikuti tahap kurasi oleh 3 juri pada 17 November kemarin. Kemudian terpilihlah 10 besar yang berhak melaju pada final dua hari ini.

BACA JUGA: Meski Sederhana, Begini Kisah Wayang Suket Usung Cerita asli Indonesia

“Waktu main masing-masing beserta 45 menit dengan persiapan 10 menit. Sementara usia peserta keseluruhan dari range usia 8 hingga 15 tahun, dari pelajar SD sampai SMP,” ujar Sarosa kepada beritajateng.tv, Kamis, 23 November 2023.

Sarosa menerangkan, tujuan festival ini adalah untuk memberikan wadah kepada generasi muda khususnya anak-anak usia dini, agar dapat beraktivitas seni kreasi di pedalangan. Selain itu, juga untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dengan minat seni pedalangan untuk memanfaatkan fasilitas yang ada.

Sementara untuk aspek penilaian terdiri dari beberapa kategori, yaitu duduk, wacana, suluk, serta pementasan secara keseluruhan.

“Ini akan dimajukan ke tingkat nasional. Dan untuk tahun depan akan kami kategorikan khusus anak dan remaja. Yang pasti Festival Dalang Cilik tahun depan bakal lebih keren lagi,” ucap Sarosa.

Festival Dalang Cilik geliatkan kegiatan seni di Kota Semarang

Sarosa menyebut, peminat wayang kulit dari kalangan anak-anak semakin banyak. Penjajakan usia dalang yang awalnya berusia 18 tahun kemudian pihaknya turunkan untuk menjaring lebih banyak pedalang muda.

“Anggapan bahwa pewayangan adalah kesenian yang kaku ini disangkal dengan masih banyaknya anak-anak yang mau belajar pedalangan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso, menyampaikan bahwa kesenian wayang kulit harus dikenalkan sejak dini kepada generasi muda sebagai ipaya pelestarian kebudayaan.

BACA JUGA: Dalang Wayang Potehi Bertahan di Tengah Gempuran Zaman, Gandeng Komunitas Barongsai hingga Anak Sekolah

Menurutnya, semua pihak wajib untuk mengapresiasi, mendukung, serta mendampingi generasi muda untuk dapat mengembangkan potensi diri khususnya pada nguri-nguri budaya.

“Siapa pun, dari 10 ini nanti, terlepas dapat juara atau tidak, tetep kita support untuk mengembangkan talenta, untuk nguri-nguri budaya. Jangan sampai Kota Semarang yang memiliki Ki Narto Sabdo sampai melupakan jati diri. Kami berharap mereka dapat meneruskan perjalanannya,” harapnya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp