SEMARANG, beritajateng.tv – Di tangan seorang warga Tembalang, Kota Semarang, limbah koran bekas mampu ia sulap menjadi tas cantik bernilai jual tinggi. Ia adalah Apriliani Ernawati melalui usahanya, Craftonesia.
Ia berhasil mengolah koran bekas menjadi berbagai produk kerajinan tangan. Piliani, sapaan akrabnya, sukses membawa tas berbahan koran bekas mendunia.
“Pembelinya beragam, dari Kota Semarang dan juga turis mancanegara. Kemarin waktu pameran di Oudetrap Semarang produk kami di beli turis jadi produknya udah di bawa ke luar negeri,” tutur Piliani kepada beritajateng.tv, belum lama ini.
Produk-produk karya Piliani memang sudah wara wiri di berbagai pameran, baik nasional hingga internasional. Event pameran besar seperti ASEAN Tourism Forum 2023 Yogyakarta dan INACRAFT 2023 Jakarta sukses Piliani ikuti dengan membawa nama Kota Semarang.
Craftonesia: Produk Lokal Go International
Terdekat, produk-produk Craftonesia akan tampil di Indonesia Go Expo yang bertempat di Istanbul, Turki.
“Bulan Juli nanti beberapa produk Craftonesia akan dibawa ke Indonesia Go Expo di Istanbul, Turki. Alhamdulillah mewakili Indonesia, khususnya Kota Semarang, karena dibawa oleh Pemkot Semarang,” ujarnya.
Produk unggulan Piliani berupa tas memang memiliki kualitas tinggi. Tak heran tas bikinannya sukses mencuri perhatian para pejabat. Sebut saja, Walikota Semarang Mbak Ita yang pernah membeli Tas Kumala dan Tas Anjani by Craftonesia.
BACA JUGA: Tak Ada Rotan Koran Pun Jadi, Begini Kisah Piliani Tambah Penghasilan dengan Koran Bekas
Selain itu, sekelas Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan juga pernah ia buat kagum dengan hasil kerajinan tangannya.
“Kemarin pas ada acara di Kota Lama, sempet Bapak Erick Thohir mampir dan beli tasnya. Juga pernah waktu peresmian Pasar Johar kami berkesempatan ngobrol dengan Pak Ganjar, beliau bahkan nggak nyangka tasnya dari kertas dan mengira ini tas dari rotan,” lanjutnya.
Mendapat Dukungan Penuh dari Pemerintah
Melihat peluang bisnis yang berhasil Piliani ciptakan, juga sekaligus sebagai jawaban atas permasalahan limbah koran kertas, tak heran jika ia mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Pemerintah melalui Dinas Perdagangan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang contohnya. Keduanya secara aktif membantu Piliani mengenalkan Craftonesia kepada masyarakat luas.
“Dari situ mungkin dinas jadi notice, karena produk Craftonesia kan salah satunya solusi limbah kertas, jadinya mereka dukung banget, setiap ada event atau pameran Craftonesia pasti diajak,” ungkap Piliani.
Uniknya, produk tas bikinan Piliani memiliki nama yang ia ambil dari bahasa Sansekerta dan nama lakon wayang. Seperti Abinaya, Arimbi, Dwina, Candramaya, Mina Anjani adalah contoh beberapa nama yang ia gunakan.
“Ini bisa digunakan sendiri dan juga bisa untuk hadiah. Warna tas juga bisa custom, cokelat tua, cokelat muda, abu-abu, putih, dan peach. Bestseller-nya tas Abinaya karena bisa buat cewek dan bisa buat cowok juga,” imbuhnya.
Harga yang Piliani banderol untuk satu buah tas berkisar antara Rp 650 hingga 800 ribu. Bagaimana, Anda berminat? (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





