Selain kepunyaan warga, beritajateng.tv mendapati fakta lahan-lahan tersebut banyak dimiliki “tuan tanah”.
Sebelum melakukan penelurusan langsung ke rumah warga penerima ganti untung terdata, beritajateng.tv mengonfirmasi terkait dana ganti untung itu kepada Lurah Terboyo Wetan, Faizin pada Senin, 18 Desember 2023 melalui pesan singkat. Saat ditanya mengenai warganya yang menerima dana ganti untung, Faizin mengungkap tanah terdampak tol itu sebagian besar dimiliki oleh konglomerat.
BACA JUGA: Dewan Soroti Dampak Sosial Pembangunan Tol Semarang-Demak
“Tidak ada (warga domisili Terboyo Wetan yang menerima dana ganti untung), itu rata-rata milik konglomerat,” ujar Faizin.
Ia pun mengaku tak mengantongi alamat warga Terboyo Wetan terdata yang menerima dana ganti untung miliaran tersebut. Setali tiga uang, Lurah Terboyo Kulon, Bambang Bagyo S pun mengungkap hal yang sama.
Saat wartawan menemuinya langsung di Kantor Kelurahan Terboyo Kulon pada Rabu, 20 Desember 2023, Bagyo menyebut ia tak mengetahui dengan jelas terkait warganya yang menerima dana ganti untung itu. Menurutnya, warga terdata rata-rata tak berdomisili di wilayahnya dan merupakan bos-bos besar.
“Kebanyakan yang menerima itu bukan warga asal sini. Mungkin warga sini yang menerima itu persenan dari ganti untung ya, yang kerjanya menggarap tanah terdampak tol itu,” ujar Bagyo.
Usai mengonfirmasi kepada lurah terkait, beritajateng.tv mencoba mendatangi beberapa alamat rumah warga terdata ganti untung tol Semarang-Demak. Salah satunya Sartono yang beralamat di Kelurahan Pandean Lamper, Kota Semarang. Sayangnya, Sartono tak berada di lokasi pada saat itu. Istri Sartono mengungkap, tanah terdampak yang berlokasi di Terboyo Wetan itu bukan milik Sartono, melainkan milik bosnya.
Kaget rumah didatangi banyak orang
Menurut keterangan istrinya, Sartono mendapat tugas dari bosnya untuk mengikuti seremoni serah terima ganti untung yang Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang gelar pada waktu itu. Usai namanya tercatat pada data penerima ganti untung, istrinya mengaku kaget lantaran ramai orang yang mendatangi rumahnya.





