SEMARANG, beritajateng.tv – Senyum lega akhirnya menghiasi wajah Fajar Arifin (35), warga RT 17 RW 04, Dusun Gombyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Rumah berdinding kayu peninggalan orang tuanya yang selama puluhan tahun terhuni bersama sang kakak dan seorang keponakan kini mulai dalam perbaikan.
Harapan Fajar untuk memiliki rumah yang lebih layak akhirnya terwujud melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun 2026. Dalam program tersebut, TNI bersama masyarakat memperbaiki 13 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di beberapa dusun di Desa Cukil.
Rumah Fajar menjadi salah satu sasaran utama perbaikan.
Selama bertahun-tahun, Fajar harus bertahan di rumah yang kondisinya terus mengalami kerusakan. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia juga harus menghidupi anggota keluarga yang berkebutuhan khusus.
“Jangankan berpikir bisa memperbaiki rumah, untuk mencukupi kebutuhan harian saja kadang ada dan kadang tidak,” ujarnya, Senin 3 Agustus 2026.
BACA JUGA: Perkuat Kebersamaan TNI dan Rakyat, Kodim Blora Gelar Nobar Piala Dunia di 10 Koramil
Keterbatasan penghasilan membuat kondisi rumahnya semakin memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi tak pernah mampu diperbaiki karena keterbatasan biaya.
Kepala Dusun Gombyong, Muhammad Umar Syafi’i, membenarkan kondisi rumah Fajar sebelum diperbaiki memang sudah sangat mengkhawatirkan.
Menurutnya, banyak genting yang bocor saat hujan. Kayu-kayu penyangga rumah juga mulai lapuk dan rapuh, sementara dinding papan mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Selain itu, rumah tersebut masih berlantai tanah.
“Yang memprihatinkan beberapa waktu lalu, saat hujan angin ada bagian rumah yang ambrol,” jelas Umar.
Ia menambahkan, proses pembangunan terlaksana secara bergotong royong oleh anggota TNI, warga sekitar, dan keluarga Fajar.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, mereka bahu-membahu memperbaiki rumah agar lebih layak ditempati.
Perbaikan 13 Rumah Warga dalam TMMD Reguler
Sementara itu, Babinsa Desa Cukil, Serka Kundori, mengatakan perbaikan sebanyak 13 rumah warga dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil.
Rumah-rumah tersebut tersebar di beberapa dusun dan telah melalui proses pendataan serta survei bersama pemerintah desa sebelum penetapan sebagai penerima manfaat.
“Dari ke-13 RTLH sasaran, ada yang dibongkar total dan dibangun kembali. Seperti rumah Fajar Arifin di Dusun Gombyong. Selain itu ada yang di renovasi sebagian,” jelasnya.
Sekitar 10 orang mengerjakan setiap rumah dan targetnya rampung pada 10 Agustus 2026 atau sebelum penutupan TMMD.
BACA JUGA: Kolaborasi TNI-Polri dan BIN, Kesbangpol Semarang Ajak Cegah Kenakalan Remaja dan Tawuran
Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menegaskan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat.
Menurutnya, manfaat program tersebut harus benar-benar warga yang membutuhkan rasakan langsung.
“Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan TMMD,” tandas dandim. (*)
Editor: Farah Nazila





