SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan pasien RS. St. Elisabeth Semarang mendapatkan pelayanan rohani dalam rangka Misa Hari Orang Sakit Sedunia ke-32 di RS. St. Elisabeth Semarang, Minggu, 11 Februari 2024, kemarin.
Para pasien dengan pihak keluarga dan kerabat dikumpulkan bersama di ruang lobi rumah sakit. Kemudian, romo menghampiri satu demi satu pasien, memberikan pemberkatan dan doa untuk kesembuhan para pasien.
Humas RS Elisabeth Probowatie Tjondronegoro mengungkapkan, pelayanan tersebut pihaknya lakukan dalam rangka Misa Hari Orang Sakit Sedunia ke-32 yang mengusung tema ‘Tidak Baiklah Kalau Manusia itu Sendirian’.
BACA JUGA: Rayakan Cinta Kasih Natal, Sinterklas Bagikan Bingkisan untuk Pasien RS Elisabeth Semarang
Probo menyadari, dalam berjuang melawan rasa sakit, tak jarang pasien terbayang-bayang akan perasaan negatif. Oleh karenanya, pelayanan rohani semacam ini adalah salah satu cara yang pihaknya pilih untuk memberikan perhatian khusus kepada pasien.
Sekaligus juga sebagai perwujudan cinta dan kasih sayang sesama umat manusia.
“Terkadang mereka merasa takut, sendiri, dan tidak berguna. Sehingga butuh bantuan dan pendampingan dalam iman,” ujarnya kepada beritajateng.tv, Senin, 12 Februari 2024.
Penyembuhan orang sakit melalui penyembuhan relasi
Lebih lanjut, dalam Hari Orang Sakit ke-32 ini Paus Fransiskus mengajak seluruh umat Katolik untuk menaruh bela rasa terhadap orang-orang sakit.
Dengan mengambil contoh para penderita kusta, Paus Fransiskus menyebut orang-orang sakit sebagai sosok terasing, yang perlu diperhatikan sebagai ekspresi kita beriman.
Berdasarkan pesan Paus Fransiskus tersebut, Probo pun berharap pelayanan rohani dapat menguatkan jiwa pasien di RS Elisabeth Semarang. Terlebih, proses penyembuhan tentu dapat berjalan dengan lebih cepat apabila pasien memiliki ketenangan dan kebahagiaan di dalam hati.
BACA JUGA: Mbak Ita Senang Perayaan Natal di Gereja Semarang Kondusif
“Sehingga mereka mempunyai harapan keselamatan. Hati gembira, perhatian, dukungan, cinta kasih merupakan salah satu proses mempercepat kesembuhan,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





