Peristiwa

Ngeri! Beli Nasi Goreng di Angkringan, Dua Pria Meninggal Tersambar Petir di Grobogan

×

Ngeri! Beli Nasi Goreng di Angkringan, Dua Pria Meninggal Tersambar Petir di Grobogan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi petir. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi petir. (Pexels/Pixabay)

GROBOGAN, beritajateng.tv – Terjadi sebuah peristiwa mengenaskan di sebuah kawasan di Grobogan pada Rabu, 13 November 2024 malam. Dua pria warga Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah meninggal dunia usai tersambar petir.

Diketahui, dua pria tersebut bernama Sunarno dan Bati. Keduanya meninggal saat mereka berada dalam sebuah warung nasi goreng.

Kejadian tersebut bermula ketika korban Sunarno bersama Sunarti (istri) membuka angkringan sekitar pukul 16.00.

Kemudian sekitar pukul 17.30, korban Bati bersama istri dan anaknya datang ke angkringan tersebut untuk membeli nasi goreng.

BACA JUGA: Berteduh usai Pulang Sekolah, 6 Siswa SMP Brebes Tersambar Petir, 2 Meninggal 

Pemilik warung langsung membuat nasi goreng yang rencananya akan dibungkus untuk dibawa pulang. Ketika nasi goreng jadi, malah turun hujan cukup deras. Akhirnya korban Bati beserta keluarga berteduh terlebih dulu.

Ketika hujan semakin deras, Sunarno, istri dan Bati bersama istri dan anak berdiri berjajar.

Kapolsek Kradenan AKP Haryono mengungkapkan, jika posisi berdirinya menghadap selatan.

Di mana Sunarno berdiri di sebelah barat, kemudian sebelah kiri istrinya, anak dan istri korban Bati. Serta Bati berada di posisi sebelah timur.

“Bersamaan dengan suara petir tersebut, tubuh kelima orang itu jatuh. Sunarti berusaha menolong anak dari Bati. Namun, saat itu melihat suaminya tak kunjung berdiri,” ungkapnya.

Sunarti pun langsung mendekati suaminya dan berteriak meminta tolong. Warga pun langsung berdatangan ke lokasi.

“Warga kemudian membawa korban Sunarno dan Bati ke RSUD Sragen. Namun, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakkan sudah meninggal dunia,” jelas Haryono.

BACA JUGA: Waspada! Semarang dan Wilayah Pantura Rentan Badai Petir, BMKG Ungkap Alasannya

Menurutnya, kedua korban kedapatan memiliki luka bakar pada tubuh.

Kapolsek menyebutkan, keluarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi dan telah menerimakan meninggalnya korban. Keluarga menganggapnya sebagai musibah.

”Selanjutnya terhadap jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata dia. (*)

 

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp