SEMARANG, beritajateng.tv – Momentum Idul Fitri, selain digunakan untuk bersilaturahmi, juga sering dimanfaatkan untuk berziarah ke pemakaman, yang sudah menjadi tradisi di Indonesia.
Ini merupakan salah satu cara untuk menunjukkan penghormatan dan mengenang keluarga yang telah meninggal meskipun kita sedang merayakan hari kemenangan, yaitu Idul Fitri.
Namun, sebelum berziarah ke makam, ada beberapa tata krama yang perlu kita ketahui. Berikut ini, beritajateng.tv akan membagikan informasi selengkapnya.
BACA JUGA: Wisata Unik Semarang, Jangan Lewatkan 5 Masjid Menarik Ini, Ada yang Bentuknya Kapal Lho!
Tata Cara Berziarah
Perlu kita ketahui, beberapa hal yang penting untuk kita perhatikan ketika berziarah yakni larangan duduk di atas kuburan.
Ibarat mengunjungi orang yang masih hidup, tentunya kurang elok apabila duduk di tempat duduk tuan rumahnya.
Saat peziarah sampai di makam, disarankan untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur terlebih dahulu.
Rasulullah Saw memberikan teladan dengan mengucapkan salam ketika berada di makam para syuhada di Uhud.
Salam ini sebagai bentuk penghormatan dan diyakini dapat didengar oleh jiwa-jiwa yang ada di dalam kubur.
Berikut contoh bacaan salam ketika sesampainya di pemakaman, Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin wa atakum ma tu adun ghadan mu ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.
Usai mengucap salam, berikutnya yakni membaca istighfar sebagai bentuk permohonan. Contoh bacaannya seperti, Astagfirullah hal adzim alladzi la illaha illa huwal hayul qoyyumu wa atubu ilaihi.
Setelah itu lanjut membaca surat pendek seperti surat Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan yang terakhir yakni An-Nas.
Lepas dari membaca surat pendek yakni membaca surat yasin. Bacaan yang satu ini merupakan salah satu amalan utama para peziarah ketika berkunjung ke pemakaman.
BACA JUGA: H + 3 Lebaran, Arus Balik di Tol Wilayah Kabupaten Semarang Mulai Terasa
Terakhir, usai membaca surat yasin maka lanjut membaca doa kubur.
Berikut ini contoh bacaan doa kubur latin lengkap dengan artinya,





