SEMARANG, beritajateng.tv – Kuasa hukum keluarga Gamma, Zainal Abidin “Petir”, menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) profesional dan tidak diintervensi pihak manapun dalam menjatuhkan tuntutan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp200 juta kepada Aipda Robig Zaenudin.
Hal itu Zainal Petir ungkap usai menghadiri sidang pembacaan tuntutan oleh JPU di Pengadilan Negeri Semarang, Kota Semarang, Selasa, 8 Juli 2025.
Zainal pun mengapresiasi jaksa yang menyebut status Aipda Robig yang masih aktif di kepolisian menjadi hal pemberat tuntutan tersebut.
BACA JUGA: Tuntut Aipda Robig 15 Tahun Penjara, Jaksa: Polisi Harusnya Melindungi dan Mengayomi Masyarakat
“Yang jaksa bacakan keren, jaksa profesional. Apalagi menyatakan setelah menuntut dengan ancaman pidana 15 tahun, biasanya ketika jaksa menuntut kan ada pertimbangan memberatkan dan meringankan, memberatkan karena dia aparat penegak hukum, dalam hal ini polisi yang sampai sekarang masih aktif,” tutur Zainal.
Berdasarkan tuntutan tersebut, Zainal meyakini JPU bebas dari intervensi pihak manapun.
“Hukumannya 15 tahun dengan denda Rp200 juta. Kalau dendanya besok tidak dilaksanakan, maka akan ditambah 6 bulan. Dan yang keren lagi [JPU] menyampaikan bahwa untuk yang meringankan tidak ada; nah, ini yang menurut saya jaksa tidak terintervensi. Menurut saya jaksa tidak bisa diintervensi [jika] tuntutannya seperti itu,” sambungnya.
Alasan Robig tembak Gamma karena merasa terancam tak terbukti, keluarga minta hakim putuskan hukuman sesuai tuntutan jaksa
Atas tuntutan 15 tahun penjara dan denda Rp200 juta yang mengancam Robig, Zainal yang turut ayah Gamma, Andi Prabowo, dampingi menyebut pihak keluarga merasa cukup puas.
“Keluarga sudah cukup puas sesuai dengan harapan kami, karena Gamma satu-satunya anak yang berpestasi, karena ia juga pernah mendapatkan penghargaan dari Paskibra, bela negara, telah Aipda Robig hilangkan nyawanya, yang dari fakta persidangan tidak ada alasan pembenar,” terang Zainal.
Terlebih, tutur Zainal, tidak ada alasan pembenar dari pihak Robig yang JPU sebut dalam persidangan.





