Nasional

RS Indonesia di Gaza Disebut Jadi Markas Hamas, Ini Kata MER-C

×

RS Indonesia di Gaza Disebut Jadi Markas Hamas, Ini Kata MER-C

Sebarkan artikel ini
ilustrasi rumah sakit
Ilustrasi rumah sakit. (foto: Pexels/Pixabay)

JAKARTA, beritajateng.tv – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, dr. Sarbini Abdul Murah, membantah dengan tegas tuduhan Israel yang menyebut bahwa Rumah Sakit Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina merupakan markas kelompok militan Hamas.

Menurutnya, hal tersebut adalah narasi yang sengaja Israel bangun sebagai alasan atas serangan rudal yang mereka tujukan ke RS Indonesia beberapa hari terakhir.

“Ada narasi yang dibangun, bahwa di situ (RS Indonesia) ada bunker Hamas, infonya, pembangunan RS Indonesia di bawah kontrol Hamas. Orang yang tidak paham, bisa mengambil kesimpulan bahwa RS Indonesia itu milik Hamas. Padahal kita bangun RS Indonesia dari A sampai Z itu semua orang-orang kita,” tegasnya dalam media briefing yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) secara daring, Jumat 10 November 2023.

Sarbini menegaskan bahwa tidak ada terowongan yang Hamas gunakan di sekitar area RS Indonesia. Menurutnya, kehadiran RS Indonesia murni untuk melayani kebutuhan medis masyarakat Gaza.

Ia juga membantah dengan tegas tuduhan adanya Hamas yang bebas keluar masuk ke RS Indonesia dengan senjata lengkap. Menurutnya, hal tersebut merupakan kesalahpahaman.

“Narasi lain, ada yang bawa senjata ke dalam RS Indonesia, dugaannya Hamas yang bersembunyi, membawa senapan. Padahal itu merupakan tongkat biasa, seperti yang satpam gunakan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Israel kembali meluncurkan 11 rudal ke area sekitar RS Indonesia pada Kamis, 9 November 2023. Menurut Sarbini, serangan kemarin bukanlah serangan pertama yang Israel tujukan ke RS Indonesia.

Bahkan, rumah-rumah di sekitar RS Indonesia telah hancur akibat serangan tersebut. Ia menyebut, serangan Israel di sekitar RS Indonesia merupakan bentuk teror pada warga Gaza agar mereka yang selama ini mencari perlindungan di RS Indonesia keluar dari RS lantaran merasa tidak aman.

BACA JUGA: Iron Dome Israel Eror, Hantam Rumah Sakit di Tel Aviv

“Kenapa ada narasi seperti itu, agar masyarakat Gaza pindah dari RS Indonesia, mereka pindah sehingga (wilayah Gaza) akan kosong, dengan kosong mereka akan melakukan eksekusi,” imbuhnya.

Kondisi RS Indonesia memprihatinkan

Lebih lanjut, Sarbini turut menginformasikan kondisi terbaru dari RS Indonesia saat ini.

Sarbini mengatakan, rumah sakit saat ini tidak lagi menjalankan standar-standar kesehatan karena keterbatasan. Bahkan, beberapa korban luka tidak bisa mendapat perawatan yang memadai.

“Rumah sakit saat ini lebih cocok orang sebut sebagai pasar malam, karena standar-standar normal rumah sakit tidak berlaku lagi. Serta obat-obatan tidak lagi ada, jarum suntik berkali2 digunakan. Kemudian infeksi luka terjadi di kalangan korban, ada belatung, kondisi ini terjadi di sana,” ucapnya dengan prihatin.

Kondisi di Gaza saat ini, lanjutnya, sangat buruk dan sangat jelek dari periode sebelumnya. Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu mendoakan yang terbaik bagi warga Gaza.

BACA JUGA: 16 Rumah Sakit se-Kota Semarang Adakan Public Health Fair 2023

“Jangan pernah lepas mendoakan warga Gaza, mendoakan RS kebanggaan Indonesia, dan mendoakan tiga relawan kita, mudah-mudahan rakyat Gaza selamat, perang bisa berhenti, dan doa-doa kita Allah SWT kabulkan,” harapnya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp