Feature

Salim Nugroho Konsisten Lestarikan Siter di Semarang, Mainkan Lagu Barat dan Siap Buka Kursus Bagi Anak Muda

×

Salim Nugroho Konsisten Lestarikan Siter di Semarang, Mainkan Lagu Barat dan Siap Buka Kursus Bagi Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Siter Tresno Budoyo
Salim Nugroho (kiri), seniman yang masih melestarikan siter saat tampil di Hotel Dafam Semarang beberapa waktu yang lalu. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Mungkin tidak banyak orang yang mengenal alat musik tradisional bernama siter. Namun, di tangan Salim Nugroho, siter bukan hanya sekadar alat musik, tapi juga salah satu budaya yang perlu ia lestarikan. Ia merupakan punggawa Siter Tresno Budoyo

Siter sendiri adalah alat musik petik yang menjadi ciri khas dari instrumental gamelan. Seiring perkembangan zaman, siter jarang dikenal oleh generasi muda. Namun melalui Siter Tresno Budoyo, Salim terus melestarikan musik tersebut.

Salim Nugroho, seniman asal Mranggen, Demak tersebut bertekad terus melestarikan siter. Menurutnya, hanya sedikit anak muda yang mau bermain siter karena kalah dengan berbagai alat musik modern. Pada sisi lain, popularitas siter juga jauh tertinggal jika dibanding dengan kesenian Jawa lainnya seperti karawitan.

BACA JUGA: Cerita Grup Siter Tresno Budoyo: Berawal dari Seniman Jalanan, Pernah Tampil di Singapura

“Banyak anak muda yang tidak minat siter. Adanya anak muda yang senangnya ikut grup karawitan, terus mereka maunya hanya ikut event siteran, kalau secara khusus siter nggak pada tertarik, lebih banyak yang ikut grup karawitan,” katanya kepada beritajateng.tv, belum lama ini.

Ia pun tak memungkiri jika banyak anak muda yang merasa gengsi memainkan siter. Hal tersebut lantaran siter terlihat kuno daripada alat musik petik modern seperti gitar dan bass.

Siter Tresno Budoyo berdiri sejak tahun 1990

Padahal, siter dapat memainkan melodi sangat variatif. Tidak hanya terbatas pada lagu-lagu berlanggam Jawa, Salim membuktikan jika siter juga bisa ia mainkan pada genre lagu lain, seperti keroncong, pop, dangdut, hingga lagu barat.

“Memang tidak seluruh lagu barat masuk, tapi saya sesuaikan yang bisa saya iringi dengan siter. Seperti lagu Hey Jude milik The Beatles. ‘Hey Jude don’t make it bad’,” contohnya.

Salim yang cinta mati akan siter kemudian mendirikan Grup Siter Tresno Budoyo sejak tahun 1990 bersama rekan-rekan sejawatnya. Bahkan, dalam waktu dekat, ia berencana untuk mendirikan tempat kursus siter di Kota Semarang.

BACA JUGA: Mengenal Shofar, Alat Musik dari Tanduk Domba Untuk Berdoa dan Beribadah

“Bilamana ada anak muda yang sama-sama menyukai seni Jawa, kalau mereka seneng dan tertarik belajar bagaimana melestarikan ini, saya siap,” ujarnya.

Hingga saat ini, baik Salim maupun anggota Tresno Budoyo masih rajin melestarikan alat musik tersebut ke berbagai kegiatan. Mereka bahkan memiliki jadwal rutin bermain di Hotel Dafam Semarang dan di Restoran Nglaras Rasa.

“Pelestarinya sudah mau habis, semoga keinginan saya di Tegalsari bisa terjadi, yaitu kursus yang bisa melestarikan siteran, Insya Allah tahun ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Ricky Fitriyanto

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp