Semarang, 23/3 (BeritaJateng.tv) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menertibkan sebanyak 15 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada disepanjang jalan Ngaliyan hingga Mijen, Kota Semarang.
Penertiban lapak PKL liar tersebut dilakukan untuk mendukung gelaran Konferensi Summit Kota Sehat di Semarang yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang.
Sebanyak 15 lapak yang dibongkar itu yang berdiri di sepanjang jalan Prof Hamka Ngaliyan hingga Jalan RM Hadi Soebeno Mijen, Kota Semarang.
Rata rata lapak yang dibongkar itu berbahan triplek. Selain merobohkan lapak, petugas turut menyita pertisi seperti meja, kursi dan lain-lain
Saat perobohan tak ada satupun pedagang yang berada di lokasi. Sebab Satpol PP datang sangat pagi.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan perobohan ini karena untuk mendukung hajat besar Summit Kota Sehat yang diikuti berbagai pemerintah daerah
“Semua harus tertib dan punya izin kalau berdagang. Kebetulan sebentar lagi ada summit Kota Sehat, lapak liar kita tertibkan agar Kota Semarang lebih bagus. Pedagang harus sadar jangan menempati tempat yang bukan haknya,” kata Fajar
Ia menambahkan khusus perobohan lapak pedagang di Mijen, juga karena ada proyek pelebaran jalan.
“Ini kan Dinas Pekerjaan Umum ada proyek pelebaran jalan. Kemudian tanggal 27 sampai 30 Maret kan Summit Kota Sehat salah satu acaranya di Mijen, maka kita tertibkan lapak liar,” jelasnya
Ia pun menghimbau kepada pedagang dan masyarakat agar tak berdagang secara liar.
“Kita akan terus keliling sidak pedagang liar. Kalau ada, kita tertibkan, barang kita angkut,” tandasnya.
Sementara itu, tak ada satu pun pedagang yang terdampak perobohan yang bisa dikonfirmasi KuasaKata.com. Hal ini karena tak ada satupun pedagang yang berada di lapak. (Ak/El)






