Politik

Soal Musrenbang RT Usulan Agustin-Iswar, KP2KKN: Terobosan Bagus di Tata Kelola Pemerintahan

×

Soal Musrenbang RT Usulan Agustin-Iswar, KP2KKN: Terobosan Bagus di Tata Kelola Pemerintahan

Sebarkan artikel ini
Soal Musrenbang RT Usulan Agustin-Iswar, KP2KKN: Terobosan Bagus di Tata Kelola Pemerintahan
Sekretaris KP2KKN Jateng, Ronny Maryanto. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Usulan adanya Musrenbang Tingkat RT, Calon Wakil Walikota Semarang Iswar Aminuddin dalam debat putaran kedua mendapat respons positif dari Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KP2KKN) Jateng.

Sekretaris KP2KKN Jateng, Ronny Maryanto mengungkapkan usulan Iswar tersebut merupakan terobosan bagus untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

BACA JUGA: Agustina Wilujeng Janjikan Reward untuk ASN dan Perbaikan Kinerja Pelayanan di Semarang

“Ini suatu terobosan yang baik untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Karena Musrembang tingkat RT ternyata sudah dilakukan di beberapa daerah seperti di Kalimantan Utara,” kata dia.

Terlebih, lanjut Ronny, di visi misi Paslon nomor urut 01, Agustina-Iswar ada program unggulan pemberian bantuan operasional kas RT sebesar Rp25 juta per RT tiap tahun.

Untuk merealisasikan program tersebut perlu Musrenbang atau istilah lain yang sama di tingkat RT.

Dengan demikian, dana Rp25 juta akan bisa bermanfaat bagi warga sesuai kebutuhannya, bukan sekadar keinginan dari ketua maupun pengurus RT.

“Jadi seluruh warga tahu pemanfaatan uang itu untuk apa dan memang berdasarkan kebutuhan warga, tidak hanya usulan dari pengurus RT. Lewat Musrenbang RT ini. Seluruh warga mengetahui dan punya hak untuk mengusulkan penggunaan anggaran Rp25 juta itu sehingga kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi,” beber dia.

Musrenbang RT Untuk Akomodir Kebutuhan Warga

Lebih lanjut, Ronny menyampaikan selama ini Rembug Warga tingkat RW di Kota Semarang masih minim dan tidak berjalan efektif lantaran mepetnya waktu penganggaran. Warga, melalui pengurus RW hanya di sodori blanko usulan untuk nantinya pembahasan di Musrembang tingkat kelurahan.

“Kalau Musrenbang tingkat RT atau bahasa lain belum terlaksana karena tidak kewajiban secara khusus untuk melaksanakan Rembug Warga di tingkat RT,” katanya.

Di sisi lain, Ronny juga menyoroti Musrenbang tematik yang telah berjalan di Kota Semarang. Meski masih sebatas di kalangan perempuan dan anak, Musrenbang tematik harapannya bisa menyasar sektor lain yang memang butuh perhatian lebih dari pemerintah.

“Ketika sampai hari ini Kota Semarang menghadapi persoalan rob dan banjir. Maka pembahasannya bisa masuk di perencanaan penanganan maupun penganggarannya lewat Musrembang tematik rob dan banjir,” jelas Ronny.

“Tadi ada juga usulan tentang Musrembang kepemudaan dan disabilitas sehingga nantinya Musrembang akan lebih fokus pada kebutuhan masyarakat,” sambungnya.

Baik itu Musrenbang tingkat RT maupun tematik, Ronny menegaskan perencanaan pembangunan memang harus sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. Juga sebagai perwujudan transparansi anggaran dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Sedikit informasi, dalam debat putaran kedua Pilkada 2024 oleh KPU Kota Semarang di Hotel Patra Jasa, Jumat 8 November malam. Iswar Aminuddin mengungkapkan perlunya Musrenbang tingkat RT lantaran pihaknya ada program Rp25 juta per RT tiap tahun.

Namun ide itu justru di tampik calon wakil walikota nomor urut 02, Joko Santoso. Joss, sapaannya, menyebut jika Musrenbang level terendah hanya ada di tingkat kelurahan.

“Kalau di level RW namanya Rembug Warga, kalau di tingkat RT namanya Prarembug Warga. Harusnya Pak Iswar paham itu, jangan sampai membodohi masyarakat terkait Musrenbang sampai tingkat RT, tidak ada itu,” katanya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp