SEMARANG, beritajateng.tv – Daarut Tauhiid (DT) Peduli Jawa Tengah (Jateng) secara resmi menempati kantor barunya di Jalan Lamper Tengah 12 No. 19, Semarang Selatan pada Senin 20 November 2023.
Soft opening kantor DT Peduli Jawa Tengah di Kota Semarang terlaksana bersamaan dengan beragam kegiatan. Seperti pengobatan gratis, pembagian beras dan pembukaan pelatihan sistem pendingin bagi masyarakat sekitar.
Kepala Kantor Perwakilan DT Peduli Provinsi Jawa Tengah Kota Semarang, Dendi Prasojo mengatakan, hari ini berlangsung soft opening kantor pemberdayaan DT Peduli Jateng di Semarang.
“Sejatinya kantor ini merupakan wakaf berjangka dari salah satu donatur. Sebelumnya dirinya berkantor di Jalan Dr. Wahidin selama dua tahun. Disana sistem sewa dan sudah selesai. Kemudian mendapatkan wakaf dan beroperasi di sini,” ujar Dendi usai acara.
Pembukaan kantor ini, lanjut Dendi, berisi kegiatan positif seperti pelatihan sistem pendingin. Pelatihan ini untuk 15 warga sekitar yang secara ekonomi tidak mampu. Dengan harapan mereka bisa memiliki penghasilan dan bisa mandiri.
Tak hanya pelatihan, ada pula santunan berupa pembagian beras bagi 200 warga di sekitar kantor DT Peduli.
“Ada santunan pembagian beras untuk 200 warga sekitar kantor dan pengobatan gratis 100 orang warga,” imbuhnya.
Sedikit informasi, DT Peduli merupakan lembaga amil zakat Nasional yang cabangnya ada 35 kota. Di Jawa Tengah ada tiga kantor pelaksana program yakni di Salatiga, Semarang dan Solo.
“Jadi kita bergerak dalam menghimpun, mengelola, dana-dana infaq, sodaqoh masyarakat kemudian kami salurkan lagi dalam bentuk program pendidikan, sosial kemanusiaan, ekonomi dan dakwah. Salah satunya hari ini kita memberikan warga dalam bentuk sosial kemanusiaan, santunan dan pengobatan gratis sekaligus untuk program ekonominya pwlatihan pendingin AC,” jelasnya.
Ia menyebut, DT Peduli Jateng terus berupaya menebar kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Termasuk memberikan bantuan kebencanaan, bantuan berupa air bersih saat kemarau bahkan pemberian bantuan untuk saudara muslim di Palestina. (*)
Editor: Elly Amaliyah





