SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan alumni Universitas Diponegoro, yang tergabung dalam Relawan Diponegoro for AMIN (RED4M), siap memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar (AMIN) di “kandang banteng” di Semarang, Jawa Tengah.
Pembina RED4M, Doddy Cahyono, mengatakan ratusan alumni yang tergabung dalam komunitas relawan itu optimistis bisa merebut suara para pemilih, dengan aktif mengedukasi masyarakat terkait gagasan perubahan dari pasangan calon AMIN.
“Undip berada di Semarang dan di sana kandangnya banteng (PDI Perjuangan). Namun, sejak awal, kami optimistis bisa menjaring suara melalui gerakan mantan aktivis. Seperti HMI dan pencinta alam yang ada di wilayah itu,” kata Doddy di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2024.
BACA JUGA: Guru Besar FK Undip Tanyakan Soal Indonesia Kekurangan Dokter, Ini Jawaban Anies
Doddy menjelaskan setiap alumni Undip yang tergabung dalam RED4M juga berkomitmen untuk menjaring minimal 10 orang dari keluarga, kerabat, maupun tetangga mereka agar memilih pasangan calon nomor urut 1 Anies-Muhaimin saat hari pencoblosan, 14 Februari mendatang.
Selain itu, untuk merebut suara di wilayah pemilih yang dominan partai pendukung pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo–Mahfud MD, RED4M akan secara aktif menyelenggarakan forum-forum diskusi bagi alumnus Undip, baik secara daring maupun luring atau tatap muka.
Langkah tersebut, menurut Doddy ialah untuk menyosialisasikan secara terbuka terkait visi dan misi perubahan usungan pasangan calon AMIN.
BACA JUGA: Antusiasme Masyarakat Semarang Ikuti ‘Desak Anies’ Pecahkan Rekor
Doddy menambahkan saat ini jaringan RED4M sudah ada di 10 kabupaten dan kota. Di antaranya, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Semarang, dan terdiri atas alumnus lintas fakultas dan angkatan.
Khusus di Semarang, RED4M akan secara intens mengedukasi dan berkomunikasi dengan alumnus lain Undip, masyarakat, dan keluarga terdekat. Sehingga, gagasan perubahan AMIN bisa publik pahami secara jelas. (ant)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





