SEMARANG, beritajateng.tv – Calon Gubernur (Cagub) nomor urut 2, Ahmad Luthfi, menginginkan Jawa Tengah sebagai tempat pulang untuk para investor.
Hal itu Luthfi ungkap dalam pidatonya saat menghadiri Rapat Konsolidasi Pemenangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Hotel Santika Premiere, Kota Semarang, Minggu, 6 Oktober 2024 sore.
Alasan mengapa Luthfi ingin Jawa Tengah sebagai pilihan untuk investor tak lain adalah ia enggan provinsi ini tertinggal dengan daerah lainnya.
“Pusarnya Nusantara adalah Pulau Jawa. Sehingga, gak salah kalau pusarnya adalah Pulau Jawa maka Jawa Tengah merupakan central gravity nasional. Jawa Tengah harusnya jadi provinsi yang lebih baik daripada provinsi lain,” tegas Luthfi.
Luthfi yang berpidato didampingi oleh Taj Yasin alias Gus Yasin itu menyampaikan niatnya untuk menjadikan Jateng sebagai pusat Pulau Jawa.
“Barangkali kami dengan Gus Yasin punya suatu niat. Jawa Tengah itu Jawanya Jawa. Jadi kita dengan Gus Yasin punya komitmen bahwa kita kembalikan Jawanya Jawa, yaitu Jateng yang mempunyai dalam segala hal, gak boleh kalah dengan provinsi lain,” ucap Luthfi.
Bahkan, dalam kesempatan itu, Luthfi menyinggung angka kemiskinan di Jawa Tengah yang masih tergolong tinggi.
“Angka kemiskinan kita adalah 10,47 persen. Pertumbuhan ekonomi 4,98 persen, kemudian apa yang kita berikan untuk Jateng?” ucapnya.
Luthfi ingin Jawa Tengah jadi penumpu industri nasional
Lebih lanjut, Luthfi tak ingin Jawa Tengah hanya sebagai tempat pulang warganya yang merantau.
Dalam kacamatanya, selama ini Jawa Tengah hanya dijadikan tempat pulang bagi TKI atau TKW yang bekerja di luar negeri.
“Jateng tidak hanya untuk pulang ke rumah pada saat-saat dulu alias tempat mudik bagi pahlawan devisa Jawa Tengah. Jateng gak boleh lagi untuk jadi tempat pulang ke rumah,” tegasnya.
Ia merasa, Jawa Tengah kali ini harus dilirik oleh investor sebagai tempat untuk mengembangkan bisnisnya.
“Jateng harus menjadi pulangnya para investasi. Pemilik modal yang bekerja untuk kita. Jateng harus jadi provinsi maju, berkelangsungan menuju Indonesia Emas 2045, itulah visi misi kami,” papar Luthfi.
Lebih lanjut, visi-misinya ia paparkan dalam tiga kata kunci. Salah satunya menyinggung Jawa Tengah sebagai penumpu industri nasional.
“Jateng harus punya daya saing inovatif, kolaborasi, dan jadi lumbung pangan penumpu industri nasional,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





