Jateng

Tantang Saksi Cari Video TikTok Soal Perangkat Desa, Sudewo: Saya Bayar Rp5 Juta

×

Tantang Saksi Cari Video TikTok Soal Perangkat Desa, Sudewo: Saya Bayar Rp5 Juta

Sebarkan artikel ini
sudewo
Sudewo usai sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi pengisian jabatan perangkat desa di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 3 Agustus 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sidang dugaan korupsi pengisian perangkat desa dengan terdakwa Bupati Pati nonaktif Sudewo terwarnai pembahasan mengenai sebuah video TikTok yang pernah salah satu saksi tonton.

Hal tersebut terungkap di persidangan saat pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), mengutip keterangan Kepala Desa Sumberejo Susanto yang menyebut pernah melihat video TikTok Sudewo berisi pernyataan bahwa perekrutan pegawai, termasuk perangkat desa, akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten.

“Saya pernah melihat TikTok Sudewo Bupati Pati menyampaikan bahwa perekrutan semua pegawai. Termasuk kabupaten akan melakukan perangkat desa,” bunyi BAP Susanto.

Susanto membenarkan isi BAP tersebut. Perihal apakah pernyataan itu Sudewo sampaikan langsung melalui akun TikTok, ia menjawab singkat. “Pernah, pernah,” kata Susanto.

Meski demikian, Susanto mengaku pada awalnya tidak mempercayai kabar yang beredar mengenai adanya permintaan uang dalam pengisian perangkat desa.

BACA JUGA: Sidang Pemeriksaan Saksi Sudewo, Kuasa Hukum Sebut Kades Belum Paham Aturan Baru

Menanggapi hal itu, Sudewo membantah pernah membuat konten seperti itu. Bahkan ia menggelar sayembara dengan hadiah Rp5 juta bagi siapa saja yang mampu menemukan video tersebut.

“Saksi mengatakan pernah lihat TikTok saya yang menyebut pengisian pegawai daerah. Termasuk perangkat desa disentralkan ke kabupaten. Makanya saya minta dia cari TikTok itu,” kata Sudewo usai sidang pada Senin, 3 Agustus 2026.

Ia mengaku sangat yakin video tersebut tidak pernah ada.

“Kalau memang ada temuan TikTok itu, saya akan bayar Rp5 juta pakai uang saya sendiri. Karena saya yakin saya tidak pernah membuat TikTok seperti itu,” tegasnya.

Kuasa Hukum Nilai Berpotensi Jadi Misinformasi

Tim kuasa hukum Sudewo, Yupen Hadi menjelaskan alasan mereka mempermasalahkan keterangan saksi mengenai video TikTok tersebut.

Menurutnya, apabila tidak terluruskan, informasi itu dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“TikTok itu kenapa kita agak ngotot. Karena saksi bilang Pak Sudewo pernah mengatakan perangkat desa akan kabupaten ambil alih. Kalau ini dibiarkan, itu misinformasi yang berbahaya,” ujar Yupen usai sidang.