SEMARANG, beritajateng.tv – Tahun politik 2024 tak akan menggoyahkan investor yang hendak berinvestasi di Jawa Tengah. Hal ini diyakini oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sakina Rosella. Ia menyebut keadaan Indonesia, khususnya Jawa Tengah tetap stabil meskipun di tahun politik.
“Insyaallah hubungan industrial di Jateng sudah bagus, mereka (investor) yakin kebijakan nasionalnya juga sudah settle,” ujar Sakina, Sabtu, 11 November 2023.
Menurutnya, siapa pun pasangan calon yang terpilih pada 2024 mendatang, regulasi yang tercipta tak akan mungkin berbeda jauh dengan apa yang sudah berlaku saat ini. Hal ini membuatnya semakin yakin kondisi Indonesia, khususnya dalam perekomian dan menggaet investor, tergolong stabil.
“Saya yakin dengan Indonesia yang sudah settle, artinya siapa pun kepala negaranya, itu tidak kemudian frontal melakukan regulasi atau kebijakan yang berbalik,” sambungnya.
Sakina menyebut, hal itu turut dirasakan oleh pelaku usaha dan investor asing yang berinvestasi di Jawa Tengah.
“Itu saya tanyakan juga kepada pelaku usaha dan investor asing, mereka mengalaminya di negaranya saat tahun politik, kondisi tidak stabil. Namun mereka yakin Indonesia tetap stabil,” beber Sakina.
Investor asing serius tanam modal di Jawa Tengah
Lebih lanjut, ucap Sakina, investor semakin menunjukkan keseriusannya untuk menanamkan modal di Jawa Tengah.
“Dalam seminggu, dua hingga tiga kali DPMPTSP itu didatangi calon investor, ada Tiongkok, Korea Selatan, bahkan Vietnam. Kami diskusi masalah perizinan lahan untuk industri,” akunya.
Tak hanya diam menunggu tamu, Rosella mengungkap pihaknya terus bergerilya ke kawasan industri di wilayah lain yang hendak melakukan relokasi.
BACA JUGA: Target Investasi Senilai Rp65,7 Triliun, Begini Cara Pemprov Jateng Gaet Investor Asing
“Kita juga mendatangi kawasan industri yang katanya mau ada relokasi, misal di Jababek, dan memang betul mereka mau mengembangkan usahanya di Jateng. Itu menggembirakan untuk kita, jadi tidak hanya dari Penanaman Modal Asing (PMA) tetapi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga ada, termasuk UMKM,” terang Sakina.
Lebih lanjut, Sakina menuturkan Kabupaten Kendal menjadi daerah tertinggi realisasi investasi Jateng di sektor PMA pada triwulan 3 tahun 2023. Adapun Kota Semarang menjadi penyumbang tertinggi di sektor PMDN.
“Saya optimis investasi di Jateng mengalami peningkatan. Jawa Tengah itu sesungguhnya punya daya tarik investasi yang tinggi di mata investor,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





