Jateng

Truk Mixer Terguling di Tanjakan Sepakung Semarang, Bahu Jalan Ambles Diguyur Hujan

×

Truk Mixer Terguling di Tanjakan Sepakung Semarang, Bahu Jalan Ambles Diguyur Hujan

Sebarkan artikel ini
kecelakaan truk mixer
Sebuah truk mixer (TM) bermuatan beton curah terguling di tanjakan jalan Dusun Watulawang, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis 30 April 2026 sore. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah truk mixer (TM) bermuatan beton curah terguling di tanjakan jalan Dusun Watulawang, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis 30 April 2026 sore.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun hingga Jumat 1 Mei 2026 siang, truk pengangkut material proyek pelebaran jalan wisata Gunung Telomoyo tersebut belum berhasil dievakuasi dari lokasi.

Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, menjelaskan kejadian bermula saat truk bernomor polisi H 9655 QA hendak mengirim beton curah untuk proyek pelebaran jalan jalur Sepakung–Pagergedok. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Ia menyebut, hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sepakung sejak siang hingga sore membuat kondisi jalan menjadi labil. Meski hujan mulai mereda, tanah di bahu jalan masih dalam kondisi jenuh air.

BACA JUGA: KAI Pastikan Santunan Korban Kecelakaan Bekasi Timur Cair, Ini Besarannya

Saat melintasi tanjakan tajam dan tikungan di Dusun Watulawang, sebagian roda truk keluar ke bahu jalan. Tanah yang gembur tidak mampu menahan beban kendaraan, sehingga ambles dan membuat truk miring ke sisi kanan.

“Pengemudi langsung menghentikan kendaraan dan turun dari kabin,” jelasnya.

Tak lama kemudian, bahu jalan yang sudah melemah kembali longsor. Beban berat truk beserta muatan beton membuat kendaraan tersebut akhirnya terguling dan menggantung di bibir tebing.

Ahmat Nuri menambahkan, kecelakaan ini murni terpicu faktor alam, terutama kondisi tanah yang labil akibat hujan. Akibat kejadian tersebut, bagian kabin depan sisi kanan mengalami kerusakan dan kaca depan pecah.

Hingga saat ini, proses evakuasi belum terlaksana karena membutuhkan alat berat dan penanganan khusus. Selain itu, medan lokasi yang sulit juga menjadi kendala, sehingga muatan beton kemungkinan harus dibongkar terlebih dahulu sebelum evakuasi dilakukan.

“Kalau masih sulit, drum pengaduknya juga harus dilepas,” tambahnya.

BACA JUGA: Fakta-Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Ternyata Ini Penyebabnya

Meski demikian, akses jalan warga tidak terganggu. Kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas di jalur tersebut. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp