TEMANGGUNG, beritajateng.tv – SD Muhammadiyah Parakan di Kabupaten Temanggung belakangan mencuri perhatian publik setelah unggahan foto-foto apresiasi siswanya viral di media sosial.
Bukan tanpa alasan, konsep dokumentasi prestasi di sekolah ini terbilang unik dan penuh kreativitas, menampilkan para siswa dengan gaya ceria dan visual yang menarik, jauh dari kesan formal yang biasanya melekat pada foto penghargaan sekolah.
Kepala SD Muhammadiyah Parakan, Sri Widarti, mengungkapkan bahwa ide apresiasi kreatif ini lahir dari keinginan sederhana, yakni merayakan prestasi siswa dengan kebahagiaan yang sepadan.
“Sekarang ini kan media sosial semakin marak. Kalau apresiasi dalam bentuk foto biasa sudah sering dilakukan, kami ingin konsep yang baru. Karena meraih prestasi itu hal yang membahagiakan, jadi harus dirayakan dengan bahagia juga,” ujarnya saat beritajateng.tv hubungi melalui panggilan WhatsApp pada Senin, 1 Desember 2025.
Apresiasi terhadap prestasi siswa bukan hal baru di SD Muhammadiyah Parakan. Sejak tahun 2008, sekolah ini sudah dikenal dengan jargonnya “Sekolah Para Juara.”
BACA JUGA: BGN Tutup Satu SPPG di Temanggung, Wabup Nadia Muna: Kami Lakukan Pendalaman
Namun, konsep dokumentasi yang lebih terkonsep dan kreatif baru digarap tahun ini. Pendekatan baru inilah yang kemudian viral karena tampil berbeda dari sekolah-sekolah lain.
“Kalau sebelumnya kami sudah sering unggah, tapi yang sekarang ini jadi viral karena terkonsep dengan baik. Mulai dari gaya foto, warna, sampai desainnya kami buat seceria mungkin,” terangnya.
Tidak hanya juara tingkat kabupaten atau provinsi, semua bentuk prestasi siswa, termasuk lomba tingkat kecamatan atau kompetisi yang siswa ikuti secara mandiri tetap mendapat apresiasi dari sekolah.
“Semua anak yang berprestasi kami dokumentasikan, tanpa melihat tingkat lombanya. Bahkan kalau anak ikut lomba di luar sekolah dan menang, kami tetap buatkan apresiasinya,” tutur Darti.
Rerspons ortu murid atas cara SD Muhammadiyah Parakan Temanggung apresiasi prestasi murid
Respons dari orang tua murid pun sangat positif. Banyak yang merasa bangga dan terharu ketika foto anak mereka terpajang di akun media sosial sekolah.
“Wali murid sangat senang, apalagi kalau anaknya muncul di postingan sekolah. Jangankan prestasi, kegiatan biasa pun kalau ada foto anaknya, mereka sudah bahagia,” lanjutnya.
Selain sebagai bentuk penghargaan, langkah ini juga menjadi strategi sekolah untuk menumbuhkan semangat berprestasi dan kompetisi positif di antara siswa.
“Anak-anak yang melihat temannya mendapat apresiasi jadi ikut termotivasi untuk berprestasi juga. Begitu pun yang sudah juara, mereka ingin lebih giat lagi,” katanya.
Dengan jumlah siswa mencapai 511 orang, SD Muhammadiyah Parakan terus mendorong setiap anak untuk berani tampil, berkreasi, dan bangga dengan pencapaiannya.
BACA JUGA: Muhammadiyah Bantah Laporkan Pandji soal Mens Rea, Tegaskan Tak Beri Mandat
Menurut Darti, sekolahnya memiliki tim kreatif khusus yang beranggotakan para guru. Tim ini bertugas mendokumentasikan setiap kegiatan dan prestasi siswa agar tampil menarik di media sosial sekolah, baik di YouTube maupun Instagram resmi SD Muhammadiyah Parakan.
“Tim kreatif ini semua dari guru. Mereka yang memotret, mengedit, dan mengunggah konten di media sekolah. Jadi kalau lihat postingan kami di IG atau YouTube, itu hasil kerja mereka,” jelasnya.
Langkah SD Muhammadiyah Parakan menjadi contoh bagaimana sekolah dasar bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Alih-alih menolak budaya digital, mereka memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, motivasi, dan apresiasi.
Postingan mereka bukan hanya menjadi arsip prestasi, tapi juga sarana membangun karakter positif, rasa bangga, dan kehangatan antara sekolah, siswa, serta orang tua.
“Yang penting anak-anak bahagia dan merasa dihargai. Karena prestasi itu tidak hanya tentang juara, tapi juga tentang proses dan semangatnya,” tandas Darti. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





