BLORA, beritajateng.tv – Setelah sepekan berjuang, api dari sumur minyak rakyat ilegal di Desa Gandu akhirnya berhasil dipadamkan.
Momen ini tertandai dengan ucapan syukur dari kru pemadam kebakaran yang terekam dalam video amatir ketika api yang telah menelan empat korban jiwa dan satu balita ini akhirnya padam.
Pada pukul 18.35 WIB, api yang berasal dari sumur minyak ilegal ini berhasil terkendali. Ucapan syukur terdengar dari kru pemadam yang telah bekerja tanpa lelah.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, yang selalu siaga sejak awal insiden, turut mengapresiasi kerja keras tim pemadam.
BACA JUGA: Tragedi di Desa Gandu: Korban Luka Bakar Akibat Kebakaran Sumur Ilegal Meninggal Dunia
Sebelumnya, tim gabungan pemadam kebakaran dari Pertamina, BPBD, dan Damkar Satuan Polisi Pamong Praja telah berjuang tanpa henti.
Upaya mereka termasuk membuat tanggul untuk mempersempit gerakan api dan membongkar dua rumah warga yang dekat dengan titik api. Pihak Pertamina juga menyemprotkan foam hingga menghabiskan puluhan galon untuk memadamkan api.
Agungtri, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, menjelaskan bahwa hingga sore hari, api masih belum padam. Namun, setelah mata bor yang menyangkut di titik sumur berhasil di cabut, gas yang keluar mulai menipis, dan akhirnya api dapat di padamkan malam ini.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan,” ungkapnya, Sabtu, 23 Agustus 2025.
BACA JUGA: Wagub Jateng: Banyak Warga Blora Salah Tafsirkan Permen ESDM 14/2025, Picu Sumur Minyak Ilegal
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pemerintah tentang konsekuensi dari kegiatan pengeboran ilegal yang sering kali mengabaikan aspek keselamatan dan dampak lingkungan. (*)
Editor: Farah Nazila






