Jateng

Asal-Usul Menarik Gapura Pahlawan, Kenang Perjuangan Kemerdekaan hingga Diresmikan Oleh Soekarno

×

Asal-Usul Menarik Gapura Pahlawan, Kenang Perjuangan Kemerdekaan hingga Diresmikan Oleh Soekarno

Sebarkan artikel ini
kondisi gapura jomblang semarang
Kondisi Gapura Pahlawan di Kampung Jomblang Perbalan, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang menjelang kemerdekaan. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Kota Semarang mungkin tak begitu mengenal “Gapura Pahlawan”. Apalagi, secara sekilas gapura yang terletak di di Kampung Jomblang Perbalan, Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari itu memang terlihat biasa saja.

Namun siapa sangka, gapura kampung yang terlihat biasa saja itu menyimpan segudang asal-usul yang menarik. Bahkan, gapura kampung itu erat dengan perjuangan pahlawan dalam meraih kemerdekaan.

Ketua RW setempat, Wibowo Hadi menuturkan, bentuk Gapura Pahlawan mengandung makna nasionalisme. Apalagi menjelang hari kemerdekaan, warna merah putih menjadi warna dari dua buah gapura itu.

“Bentuk gapura menggambarkan hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 1945,” katanya kepada beritajateng.tv, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Wibowo, pembangunan gapura itu bertujuan untuk mengenang peristiwa bersejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang. Sebab saat itu, banyak warga Jomblang yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA: Berikut Daftar Pahlawan Kemerdekaan Indonesia yang Wajib Kamu Tahu, Cek Yuk!

Ia menambahkan, Jomblang menjadi salah satu titik yang ikut bergejolak pada pertempuran melawan Tentara Jepang itu. Selain Jomblang, wilayah lain yang juga membara ialah Kintelan, Pandanaran, dan daerah Lawang Sewu.

“Markas Tentara Jepang di Jatingaleh yanh sekarang menjadi Arhanud. Jepang waktu itu menyerang Semarang melalui tiga jalur, yaitu Gajahmungkur, Siranda, dan Mataram,” jelasnya.

Untuk mengenang gugurnya para pejuang pada peristiwa Pertempuran Lima Hari itu maka sejumlah warga inisiatif mendirikan Gapura Pahlawan. Adapun peletakan batu pertamanya dimulai pada 19 September 1954.

Diresmikan oleh Soekarno

Menariknya, tokoh proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Soekarno adalah sosok yang meresmikan Gapura Pahlawan. Namun, kata Wibowo, peresmiannya tidaklah dengan rencana.

Pasalnya warga Jomblang saat itu nekat menghadang rombongan Presiden Soekarno yang hendak menuju Salatiga.

“Tahun 1965 rombongan Soekarno melintas ke Jomblang mau ke Salatiga. Sama warga dicegat buat meresmikan Gapura Pahlawan,” ujarnya.

BACA JUGA: Menjelang 17 Agustus, Berikut Sejarah Singkat Hari Kemerdekaan Indonesia yang Wajib Kamu Tahu

Pemerhati Sejarah Kota Semarang, Johanes Chistiono turut mengamini peristiwa pencegatan Presiden Soekarno. Menurutnya, daerah Jomblang sempat menjadi salah satu titik yang cukup mencekam kala peristiwa Pertempuran Lima Hari meletus.

“Di sana para pejuang banyak yang gugur dan warga kampung Jomblang Perbalan mendirikan Gapura Pahlawan untuk mengenang perjuangan para pemuda,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp