Jateng

Atasi Banjir Pantura, Pemprov Jateng Ajukan Bantuan Pusat: Demak Rp1,7 Triliun, Pekalongan Rp1,5 Triliun

×

Atasi Banjir Pantura, Pemprov Jateng Ajukan Bantuan Pusat: Demak Rp1,7 Triliun, Pekalongan Rp1,5 Triliun

Sebarkan artikel ini
Banjir Pantura
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, usai menghadiri kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis, 22 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyampaikan kebutuhan anggaran penanggulangan bencana banjir dan rob di wilayah Pantura kepada pemerintah pusat, seiring masih berlangsungnya penanganan dampak banjir di sejumlah daerah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyebut dalam kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 22 Januari 2026, Pemprov Jawa Tengah menerima dukungan berupa bantuan senilai Rp1,9 miliar serta satu unit mobil rescue untuk operasional kebencanaan.

“Dalam kunjungan DPR RI ini kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya dan bantuannya kepada bencana. Ada bantuan Rp1,9 miliar, lalu ada mobil rescue yang diperbantukan untuk operasional kebencanaan di Jawa Tengah,” ujar Gus Yasin usai kunjungan kerja berlangsung.

Gus Yasin menyampaikan, kondisi genangan banjir di sejumlah wilayah mulai berkurang, meski penanganan belum sepenuhnya selesai.

“Saat ini sudah 50 persen lebih sisa-sisa air yang ada di Kabupaten Pati, begitu juga di kabupaten-kabupaten yang lain. Ini memang belum kami tangani semuanya,” katanya.

BACA JUGA: Banjir Pekalongan Belum Surut, 59 Ribu Jiwa Terdampak, Hampir 2 Orang Ribu Mengungsi

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menyampaikan kebutuhan anggaran besar untuk penanganan bencana ke pemerintah pusat, khususnya di wilayah rawan rob dan banjir.

“Penanggulangan kebencanaan termasuk yang ada di Kabupaten Demak, penanganan rob ada Rp1,7 triliun. Lalu di Kota Pekalongan dan sekitarnya ada anggaran, kami belum memastikan, tetapi dari info wali kota perkiraannya Rp1,5 triliun untuk penanggulangan rob dan banjir,” ujarnya.

Gus Yasin mengatakan, Pemprov Jawa Tengah masih melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan penanganan pascabencana, termasuk kerusakan infrastruktur.

“Kami baru menghitung semuanya. Kami petakan mana yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jalur utama Pantura mulai dari Kabupaten Rembang sampai Kota Semarang belum kami hitung lagi yang dari Kota Semarang ke barat,” katanya.

Ia menyebut, banjir juga berdampak pada kondisi jalan akibat tingginya mobilitas kendaraan selama masa bencana.

“Dengan adanya banjir ini banyak mobil-mobil yang melintas di jalan kabupaten maupun jalan provinsi. Ini juga pasti akan mengalami kerusakan, sehingga baru kami hitung semuanya,” ujarnya.

Pemprov Ajukan Dana Perbaikan Tanggul Jebol Akibat Banjir Pantura

Terkait perbaikan tanggul, Gus Yasin menyatakan hal tersebut termasuk dalam usulan anggaran penanganan banjir ke depan.

“Termasuk nanti anggaran-anggaran yang kami ajukan. Bahkan ada yang kami ajukan juga tanggul-tanggul yang ditinggikan untuk penanganan banjir supaya tidak terjadi tahun depan,” katanya.

Ia memastikan, tidak ada tanggul jebol di wilayah Pati. Banjir yang terjadi disebut akibat limpasan debit air yang tinggi.

“Di kawasan Pati tidak ada yang jebol. Itu limpasan saja. Artinya debit airnya tinggi, maka perlu peninggian atau normalisasi,” ujarnya.

BACA JUGA: Trauma Banjir, Warga Desak Normalisasi Sungai Plumbon dan Soroti EWS Tak Berfungsi

Menurutnya, penanganan rob di kawasan Pantura membutuhkan infrastruktur tambahan, termasuk sistem buka-tutup air.

“Karena ini musim rob, membuang airnya lebih sulit. Di Kota Pekalongan, di wilayah sungainya, kami butuh bendungan karet. Anggarannya tidak sedikit. Begitu juga di Kabupaten Pati,” katanya.

Namun, ia menegaskan pemasangan infrastruktur tersebut harus melalui dialog dengan masyarakat, khususnya nelayan.

“Kami harus komunikasi dengan masyarakat. Di bawah sungai atau jembatan Juwana itu dibuat parkir nelayan. Kalau dipasang tanggul karet, kapal tidak bisa masuk. Ini harus kami diskusikan, tidak bisa langsung pasang,” tegasnya.

Gus Yasin Ungkap Kemungkinan Bakal Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca

Selain itu, Gus Yasin memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih berlangsung sebagai bagian dari upaya penanganan bencana.

“Sudah berjalan sampai tanggal 24. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BNPB yang memfasilitasi pengendalian cuaca,” katanya.

OMC dilakukan di wilayah Pantura, termasuk Pati dan Pekalongan. Terkait kemungkinan perpanjangan, Gus Yasin menyebut akan melihat perkembangan cuaca.

“Nanti kita lihat. Rencananya akan diperpanjang, tapi kami menunggu informasi cuaca dari BMKG,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp