Peristiwa

Banjir Kiriman Rendam Dinar Indah, Pemkot Semarang Perkuat Tanggul Darurat

×

Banjir Kiriman Rendam Dinar Indah, Pemkot Semarang Perkuat Tanggul Darurat

Sebarkan artikel ini
Banjir Kiriman Rendam Dinar Indah, Pemkot Semarang Perkuat Tanggul Darurat

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir kiriman yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang pada Sabtu malam hingga Minggu pagi mendorong Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah banjir Perumahan Dinar Indah di Kelurahan Meteseh yang sempat terdampak luapan air.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan langkah cepat guna mencegah banjir susulan.

Penanganan secara serentak di sejumlah lokasi yang terdampak, termasuk wilayah Rowosari, Sampangan, dan Mayangsari.

Agustina menjelaskan banjir yang terjadi di kawasan Dinar Indah lantaran intensitas hujan tinggi di wilayah hulu, khususnya di kawasan Ungaran bagian timur.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Kali Babon meningkat tajam hingga mengalir deras ke wilayah hilir di Kota Semarang.

“Curah hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu membuat debit air Kali Babon meningkat dan mengalir ke hilir dengan volume besar. Kondisi ini menyebabkan air meluap hingga masuk ke permukiman warga,” kata Agustina.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, serta unsur TNI dan Polri langsung terjun ke lokasi.

Di kawasan Dinar Indah, petugas fokus memperkuat tanggul yang menurutnya paling rawan jebol akibat derasnya arus air. Penguatan tanggul sepanjang sekitar 30 meter di titik yang paling rentan terhadap limpasan air.

BACA JUGA: Tanggul Sungai Plumbon Jebol Dini Hari, 50 KK di Mangkang Kulon Terendam Banjir

Selain menempatkan ribuan karung pasir sebagai penahan sementara, pemerintah kota juga menyiapkan metode penguatan tanggul menggunakan trucuk bambu agar struktur tanggul lebih kuat.

“Kami memasang sandbag sebagai penahan awal. Selanjutnya tanggul akan memperkuat menggunakan trucuk bambu. Agar strukturnya lebih kokoh dan tidak mudah tergerus jika ada kiriman air lagi,” ujar Agustina.

Selain Dinar Indah, tim penanganan juga disebar ke sejumlah wilayah lain yang terdampak genangan.