Peristiwa

Banjir Lahar Dingin Merapi di Sungai Senowo, Dua Penambang Ditemukan Tewas

×

Banjir Lahar Dingin Merapi di Sungai Senowo, Dua Penambang Ditemukan Tewas

Sebarkan artikel ini
Banjir Lahar Dingin Merapi di Sungai Senowo, Dua Penambang Ditemukan Tewas
Banjir Lahar Dingin Merapi Sebabkan Empat Penambang Hanyut Terseret di Sungai Senowo Magelang. (Doc. Basarnas)

MAGELANG, beritajateng.tv – Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi pada Selasa siang hingga sore, 3 Maret 2026, memicu banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo, Kabupaten Magelang.

Arus material vulkanik yang datang tiba-tiba menyeret empat penambang pasir yang tengah beraktivitas di bantaran sungai.

Selain menyeret para penambang, banjir lahar dingin juga menghanyutkan tiga truk pengangkut pasir, menimbun dua alat berat, serta mengubur sedikitnya 12 truk lain di lokasi tambang.

Peristiwa ini menambah daftar panjang ancaman lahar dingin di lereng barat daya Gunung Merapi saat musim hujan tiba.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Selasa sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kami menerima informasi telah terjadi banjir lahar dingin yang menyeret empat penambang di Sungai Senowo. Kami langsung mengirimkan satu tim dari Unit Siaga SAR Magelang untuk melakukan pencarian,” ujar Budiono.

Empat penambang hilang masing-masing bernama Maryuni, Heru, dan Hasyim, warga Dukuh Krinjing, Kecamatan Dukun, serta Fuad, warga Srumbung, Kabupaten Magelang.

BACA JUGA: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Sebagian Wilayah Lebih Kering

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan BPBD langsung bergerak ke lokasi.

Mereka melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai ke arah hilir sejauh satu kilometer. Tim juga mengerahkan anjing pelacak K9 milik Polresta Magelang serta drone untuk memetakan area terdampak.

“Cuaca di lokasi cukup cerah saat proses pencarian dan debit air sungai sudah kembali normal. Namun material batu dan pasir cukup tebal sehingga menyulitkan pencarian,” jelas Budiono.

Pencarian membuahkan hasil pada Rabu pagi. Dua dari empat penambang Tim SAR temukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban pertama atas nama Arif Fuad Hasan (26) di temukan sekitar pukul 06.00 WIB pada jarak 2,1 kilometer dari titik awal kejadian. Korban kedua, Heru Setyawan (25), di temukan pukul 07.37 WIB sekitar 600 meter dari lokasi awal.

“Kedua korban ditemukan dalam posisi tersangkut di antara batu-batu sungai. Setelah di evakuasi, jenazah langsung kami bawa ke RSUD Muntilan,” terang Budiono.

Dengan ditemukannya dua korban, tim SAR masih melanjutkan pencarian terhadap dua penambang lainnya, Maryuni dan Hasyim.

Proses pencarian berfokus pada titik-titik yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya material besar di sepanjang aliran sungai.

Selain korban penambang, tercatat satu orang meninggal dunia dalam peristiwa ini dan enam warga lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal bernama Iman Setiawan (21), warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Banjir lahar dingin terjadi sangat cepat setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak Merapi. Arus material berupa pasir, batu, dan lumpur mengalir deras mengikuti alur Sungai Senowo.

Para penambang yang sedang bekerja di dasar sungai tidak sempat menyelamatkan diri ketika arus tiba-tiba membesar.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya lahar dingin Gunung Merapi, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Aparat mengimbau masyarakat dan penambang pasir untuk meningkatkan kewaspadaan. Serta memantau informasi cuaca dan aktivitas gunung sebelum beraktivitas di alur sungai.

Tim SAR gabungan menyatakan akan terus melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp