SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyelenggarakan ajang Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST). Kompetisi pembuatan film pendek ini bertujuan untuk mengajak anak muda dan masyarakat luas untuk menyebarkan nilai-nilai perlawanan korupsi.
Kepala Satuan Tugas Kampanye Antikorupsi KPK, Dotty Rahmatiasih mengatakan, ACFFEST 2024 berlangsung sejak pembukaan resmi pada 30 April 2024 lalu. Acara tersebut akan terus berlanjut hingga malam puncak yang akan digelar pada Desember 2024.
“ACFFEST mewadahi inspirasi dari anak-anak muda untuk menyuarakan kegelisahan dan menyuarakan pesan-pesan antikorupsi melalui media film,” kata Dotty saat Roadshow Movie Day ACFFEST di Cinepolis Java Mall, Jumat, 14 Juni 2024.
BACA JUGA: Roadshow ke Semarang, KPK Ajak Anak Muda Lawan Korupsi Lewat Seni
Total, ada empat kategori yang ACFFEST 2024 perlombakan. Yaitu proposal ide cerita (nasional dan regional), proposal ide content vertical movie, kompetisi film pendek fiksi dan animasi, serta kompetisi event screening sinemAksi.
Sementara itu, hadiah untuk pemenang beragam tergantung masing-masing kategori. Berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 50 juta.
“Untuk pemenang ide cerita, 1 tim produksi akan mendapatkan Rp 50 juta, dan nanti ada mentoring mulai dari pra produksi sampe post produksi,” jelasnya.
Banyak ASN yang ikut berpartisipasi kampanyekan antikorupsi
Lebih lanjut, Dotty menyebut jika ACFFEST sejatinya tidak terbatas pada sinemas dari kalangan anak muda. Akan tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Hanya saja, sejauh ini mayoritas peserta dan pemenang ACFFEST berasal dari kalangan anak muda. Nah uniknya, dalam 3 tahun terakhir, Dotty mengungkapkan jika banyak aparatur sipil negara (ASN) yang ikut serta dalam ACFFEST.
“ASN-ASN yang mungkin selama ini punya habit bertentangan dengan nilai-nilai antikorupsi, bisa mengedukasi lewat film yang juga dibuat oleh ASN,” katanya.
Menurut Dotty, berkat ACFFEST, tak sedikit ASN yang kemudian bisa menyuarakan kegelisahan mereka soal permasalahan korupsi di lingkup pemerintahan. Tentunya dengan media film pendek, mereka bisa menegur secara halus dan menghibur.
“Artinya mereka punya kompetensi untuk membuat film pendek dan mereka mengangkat permasalah integritas di instansinya dan mereka buat dalam konten film,” tutupnya.
BACA JUGA: Tingkatkan Optimalisasi Pajak, Bank Jateng Gelar Koordinasi Pajak Daerah Bersama KPK
Batas pendaftaran kategori ide cerita pendek fiksi, ide konten vertical movie, dan event screening SinemAksi pada tanggal 30 Juni 2024. Sementara batas pendaftaran karya film pendek (fiksi dan animasi) pada 2 Oktober 2024. (*)
Editor: Farah Nazila





