Ekbis

Inspiratif! Pelajar SMA Negeri 1 Blora Sukses Ciptakan Tas Fashion dari Ban Dalam Bekas

×

Inspiratif! Pelajar SMA Negeri 1 Blora Sukses Ciptakan Tas Fashion dari Ban Dalam Bekas

Sebarkan artikel ini
tas dari ban bekas
Siswa asal SMAN 1 Blora berhasil membuat inovasi tas dari ban bekas yang menghasilkan cuan. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Rojihan Puspa Maholtra, pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Blora, Jawa Tengah bersama dua temannya, Necha Prima Aqela dan Christian Bagus, berhasil menciptakan tas fashion cantik bernilai ekonomis dari ban dalam bekas yang berlabel Banbag.

Karya inovatifnya meraih juara I dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kabupaten dan tingkat provinsi Jawa Tengah. Kini karyanya masuk final dalam Lomba Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia.

Ide pembuatan tas berawal ketika Rojihan melihat ban dalam bekas yang kurang maksimal kegunaannya. Hanya menjadi tali dan untuk bahan bakar.

BACA JUGA: Peresmian Pasar Modern BSB City Mijen: Solusi Ekonomi untuk Warga Semarang

Bersama teman-temannya, Rojihan memanfaatkan ban dalam bekas tersebut menjadi tas yang menarik dan menghasilkan cuan.

Ciptakan Tas dari Ban Bekas, Ide Unik Bisa Cuan!

Proses pembuatan tas ini terbilang sederhana tapi kreatif. Ban bekas dipotong menjadi kotak-kotak, kemudian sudut-sudutnya digunting dan dilubangi.

Menariknya, tas ini dirangkai tanpa menggunakan bahan perekat, melainkan disusun seperti anyaman. Dalam waktu sekitar sepuluh hingga lima belas menit, mereka berhasil merangkai bahan tas tersebut.

“Untuk finishing, biasanya memerlukan waktu tiga hingga empat jam, dan tas siap jual,” ungkap Maholta.

BACA JUGA: Asyik, Harga Pertamax dan Dex Series Turun Per September 2024

Harga jual tas ia banderol dengan harga Rp300.000. Rojihan memasarkan produknya secara online dan offline melalui pameran UMKM.

“Dengan memanfaatkan platform digital, melalui toko pedia, IG, Tiktok Facebook. Kalau offline bekerja sama dengan Dekranasda Blora, dan destinasi wisata untuk sovenir,” jelasnya.

Inovasi ini tidak hanya menciptakan peluang usaha, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan memanfaatkan bahan bekas menjadi cuan.

Setelah menyelesaikan karya tersebut, Rojihan berkonsultasi dengan guru pembimbing dan mengikutkan karya mereka dalam FLS2N. Karya mereka berhasil meraih juara I tingkat kabupaten dan tingkat cabang dinas pendidikan wilayah IV Jawa Tengah.

Kini, mereka bersiap untuk menghadapi kompetisi di tingkat nasional yakni sebagai finalis Lomba Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp