Nasional

Bumi Memasuki Era Pendidihan Global, Pakar: Transisi Energi Harus Dilakukan Secara Adil

×

Bumi Memasuki Era Pendidihan Global, Pakar: Transisi Energi Harus Dilakukan Secara Adil

Sebarkan artikel ini
Agus Sari transisi energi
Agus Sari, CEO Landscape Indonesia pada webinar bertajuk "Energi, Polusi, dan Urgensi Energi Bersih dan Terbarukan", Senin 6 November 2023. (Tangkapan layar)

SEMARANG, beritajateng.tv – Cerita kepunahan spesies hewan seperti dinosaurus, mungkin hanyalah sejarah untuk masa ini. Namun bukan tidak mungkin, beberapa hewan yang ada di era sekarang juga akan menjadi sejarah di masa depan.

Hal tersebut yang tersampaikan oleh Agus Sari, CEO Landscape Indonesia pada webinar bertajuk “Energi, Polusi, dan Urgensi Energi Bersih dan Terbarukan”, Senin 6 November 2023.

Menurutnya, saat kerusakan bumi telah marak terjadi di mana-mana. Bahkan, mengancam biodiversity atau keragamanan hayati yang berpotensi untuk menghilangkan sumber pangan manusia.

Dalam paparannya, ia menyebut bahwa bulan Juli 2023 merupakan bulan terpanas yang tercatat sepanjang sejarah. Selain itu, kuartal Juni, Juli, dan Agustus juga menjadi kuartal terpanas sepanjang sejarah.

Selain itu, bulan September 2023 juga merupakan bulan September terpanas sepanjang umat manusia. Jika keadaan bumi terus seperti sekarang, kata Agus, bukan tidak mungkin kepunahan demi kepunahan akan terjadi di depan mata kita sendiri.

BACA JUGA: Transisi Energi Hijau, DPPU Adi Soemarmo Perdana Layani Pengisian SAF

“Kenaikan suhu laut setinggi ini tidak pernah terjadi sebelumnya, menyebabkan es di kutub mencair sebanyak yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, kita sudah melampaui batas pencemaran lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut, dari 9 indikator lingkungan, keadaan bumi saat ini tidak memenuhi 6 indikator di antaranya. Agus bahkan menyebut manusia sudah tidak bisa adaptasi lagi dengan keadaan bumi lantaran telah melampui kemampuan manusia untuk beradaptasi.

“Kita sudah tidak ada lagi di era di pemanasan global, tapi era pendidihan global. Kita sudah tidak ada lagi waktu,” tekannya.

Transisi energi dengan hati-hati

Ia lantas menyebut salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah transisi energi. Sebab, salah satu alasan kerusakan lingkungan adalah pemakaian energi berbasis fosil.

Namun, ia menekankan bahwa proses transisi energi harus dilakukan secara adil. Hal tersebut karena transisi energi dapat menimbulkan korban, terutama pada pendapatan pekerja dan rumah tangga.

Apalagi, bagi tiga provinsi seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan yang merupakan penghasil batu bara terbesar di indonesia. Kehilangan industri batu bara di tiga provinsi tersebut akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

BACA JUGA: Targetkan Emisi Nol Karbon pada 2060, Pemerintah Pertimbangkan Hidrogen dalam Transisi Energi Bersih

Transisi energi akan menghasilkan green job yang lebih banyak daripada pekerjaan yang ada saat ini, tapi transisi itu harus difasilitasi, re-training, expertisenya harus ditambah,” sarannya.(*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp