Jateng

Dampak Mati Listrik Bergilir, Pedagang Ikan Hias Terpaksa Rogoh Kocek untuk Beli Bensin Genset

×

Dampak Mati Listrik Bergilir, Pedagang Ikan Hias Terpaksa Rogoh Kocek untuk Beli Bensin Genset

Sebarkan artikel ini
ikan hias terdampak mati lampu
Ikan-ikan hias yang dijual pedagang terdampak pemadaman listrik di sekitar jalan RA Kartini Kota Semarang, Jumat, 26 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tvPemadaman listrik bergilir berdampak pada berbagai sektor usaha, termasuk pedagang ikan hias. Selain harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengoperasikan genset, mereka juga menghadapi risiko kematian ikan akibat berkurangnya pasokan oksigen saat listrik padam.

Lusi, salah seorang pedagang ikan hias di sekitar Jalan Kartini Kota Semarang, mengaku usahanya terdampak setiap kali terjadi pemadaman listrik. Menurutnya, aerator yang menyuplai oksigen ke dalam akuarium bergantung pada aliran listrik. Jika listrik padam terlalu lama, kondisi ikan akan melemah bahkan mati.

“Iya terdampak juga. Kalau listrik mati lama, ikan-ikannya lemas, akhirnya ada yang mati,” ujar Lusi saat ditemui di lapaknya Nico Fish di sekitar Jalan RA Kartini pada Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menjelaskan, durasi pemadaman listrik tidak menentu. Dalam beberapa kejadian, listrik bisa padam hingga dua sampai tiga jam.

BACA JUGA: Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah, Dinas Pendidikan Pastikan SPMB Semarang Tak Terganggu

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, Lusi menggunakan genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, langkah tersebut membuat biaya operasional usahanya meningkat karena harus membeli bahan bakar.

Selama rentang waktu setiap pemadaman listrik, ia mengaku bisa membeli 4 liter bensin Pertalite. Meski masih menyisakan sedikit bahan bakar untuk penggunaan berikutnya.

“Ya pakai genset. Tapi kan harus beli bensin, jadi nambah biaya lagi. Biasanya sekitar 4 liter sekali dipakai. Masih ada sisanya sedikit kalau listriknya sudah nyala lagi, jadi bisa dipakai lagi kalau nanti mati lampu,” ujar Lusi.

Menurut Lusi, tanpa genset kerugian yang dialami bisa jauh lebih besar karena banyak ikan berpotensi mati akibat kekurangan oksigen.

“Kalau enggak punya genset, ikannya pada lemas, naik ke permukaan semua. Kalau mati lampunya terlalu lama, ya bisa mati banyak,” ungkapnya.

Meski sudah menggunakan genset, Lusi mengaku tetap ada sebagian ikan yang tidak dapat terselamatkan, terutama ikan-ikan berukuran kecil. Beberapa jenis ikan lain, seperti ikan koki, juga terlihat menjadi lemas ketika pasokan oksigen tidak optimal.

“Ada sebagian yang mati, karena terlalu lama. Gelembung oksigennya kan terbatas,” jelasnya.

BACA JUGA: Ramai Isu Pemadaman Listrik Total Terjadi 3 Hari di Pulau Jawa dan Bali, PLN Klarifikasi

Lusi mengaku bersyukur kerugian yang ia alaminya sejauh ini masih relatif kecil karena memiliki genset. Menurutnya, beban terbesar justru berasal dari tambahan biaya operasional untuk membeli bahan bakar setiap kali terjadi pemadaman listrik. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp