SEMARANG, beritajateng.tv – Proses evakuasi seorang wanita obesitas 300 kg di Sragen berlangsung dramatis pada Senin, 3 Agustus 2026. Tim gabungan harus bekerja ekstra keras membawa pasien berinisial I (39) ke rumah sakit setelah kondisinya memburuk akibat sesak napas.
Evakuasi melibatkan personel dari PMI, Damkar, BPBD, PSC 119, serta bantuan warga sekitar. Perempuan asal Sragen Tengah itu akhirnya berhasil dibawa ke RSUD Sragen untuk mendapatkan penanganan medis.
Saat tim tiba di lokasi, kondisi pasien sudah mengkhawatirkan. Kadar oksigen dalam tubuhnya sangat rendah sehingga petugas langsung memberikan bantuan oksigen selama perjalanan menuju rumah sakit.
BACA JUGA: Viral Aksi Wanita Siram Bensin ke Polisi di Mapolres Sragen, Sempat Siarkan Live Facebook
Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, Rizky Nugroho Jati, mengatakan kondisi pasien sempat kritis. Bahkan, tim menghabiskan dua tabung oksigen demi menjaga pernapasan pasien tetap stabil selama proses evakuasi.
“Ketika kami datang, saturasi oksigennya hanya sekitar 63 persen. Setelah mendapat penanganan dan tiba di rumah sakit, angkanya mulai meningkat menjadi sekitar 84 persen,” ujarnya.
Evakuasi Terkendala Ukuran Pintu dan Berat Badan Pasien
Proses pemindahan pasien tidak bisa terlaksana dengan cara biasa. Selain pasien sudah tidak mampu berjalan, ukuran pintu kamar yang sempit membuat tim harus mencari cara agar evakuasi tetap aman.
Petugas terlebih dahulu menggeser tempat tidur secara perlahan menuju ruang tamu sebelum pasien dipindahkan ke tandu.
“Lebar pintu kamar kurang dari satu meter, sehingga kasur harus terpindahkan lebih dulu pengevakuasian korban dapat terlaksana,” kata Rizky.
Kendala lain muncul saat memilih peralatan evakuasi. Tandu ambulans standar tidak memungkinkan untuk penggunaan karena kapasitasnya hanya mampu menopang beban sekitar 150 kilogram.
Sebagai alternatif, tim memanfaatkan tandu basket milik Dinas Pemadam Kebakaran yang memiliki daya angkut lebih besar. Peralatan tersebut umumnya untuk evakuasi di lokasi ekstrem, namun kali ini terfungsikan untuk mengangkut pasien berbobot sekitar 300 kilogram.
Sebanyak 12 personel gabungan bahu-membahu mengangkat pasien hingga berhasil dimasukkan ke ambulans dan dibawa ke RSUD Sragen.
BACA JUGA: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Sragen, Ahmad Luthfi Hentikan Sementara SPPG, Buka Posko 24 Jam
Berdasarkan informasi dari keluarga, perempuan tersebut telah lama mengalami obesitas dan memiliki riwayat gangguan pernapasan. Kondisi kesehatannya menurun sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin. (*)





