SEMARANG, beritajateng.tv – Seiring intensitas hujan di Kota Semarang yang naik beberapa hari terakhir, suhu udara pun menjadi lebih dingin dari biasanya. Nah, untuk membuat tubuh terasa lebih hangat, ada beberapa makanan atau minuman yang cocok untuk dikonsumsi. Salah satunya susu hangat di Susu Murni Tempo Doeloe.
Berbeda dengan warung susu yang lain, Susu Murni Tempo Doeloe mengusung tema yang lain dan rasa yang berbeda.
Terletak di Jalan MT. Haryono Nomor 734, Karangturi, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Susu Murni Tempo Doeloe masih mempertahankan nuansa khas tempo dulu.
Tempatnya memang tidak begitu luas. Mereka hanya menyediakan satu meja yang bertempat di teras ruko. Sementara di dalam ruangan, juga hanya ada satu kursi kayu yang hanya cukup untuk 3-4 orang. Namun demikian, pengunjung datang silih berganti.
BACA JUGA: Kopi Susu Bu Lurah Semarang, Tempat Nongkrong Kece ala Milenial dan Gen Z
Pemilik Susu Murni Tempo Doeloe, Muhammad Rifai, mengatakan, usahanya ini dirintis oleh orang tuanya pada 1960 silam. Sementara ia baru mulai mengelola warung ini sejak tahun 1990-an.
“Dari dulu tempatnya memang di sini. Dari yang awalnya susu murni segelas harganya cuma Rp1,5 ribu,” ujar Muhammad Rifai kepada beritajateng.tv, Rabu, 3 Januari 2024.
Laki-laki yang kini akrab disapa Slamet itu melanjutkan, warungnya memang hanya menyediakan beberapa varian susu, yakni susu murni, susu cokelat, susu kopi, susu telur, dan susu telur madu.
Ia mengaku sengaja tak menyediakan varian rasa kekinian seperti stroberi, blueberry, dan lainnya lantaran harus menggunakan sirup.
“Susunya ambil dari depot susu di Gunungpati. Setiap hari dikirim pas sore, buat dijual nanti pagi esoknya. Itu depotnya juga udah turun ke anaknya sekarang,” imbuh Slamet.
Susu Murni Tempo Doeloe juga sediakan menu rumahan, jadi langganan karyawan bank
Tak hanya menyediakan aneka susu murni, Slamet juga menyediakan berbagai snack yang cocok untuk santapan bersama. Mulai dari tempe goreng, tahu goreng, arem-arem, martabak, risoles, hingga berbagai macam kerupuk, ada semua.
Selain itu, tempat ini juga menyediakan menu masakan rumahan menjelang jam makan siang. Slamet menyebut, menu yang ia siapkan berbeda tiap harinya layaknya di rumah.
“Kalau siang kami ganti makan siang, menunya rumah tangga, tiap hari ganti. Langganan karyawan bank sekitar sini,” ucapnya.
BACA JUGA: Hadirkan Slow Bar, Upaya Kopi Susu Bu Lurah Semarang Jalin Interaksi dengan Pengunjung
Dalam sehari, Slamet bisa menghabiskan 15 liter susu pada hari biasa, dan 30 liter susu pada akhir pekan. Sementara itu, varian susu telur madu menjadi menu favorit yang paling laris.
Untuk harga susu terbilang terjangkau, hanya sekitar Rp8 ribuan saja. Sementara menu lain seperti es teh, snack, dan gorengan mulai dari Rp1 ribu. Susu Murni Tempo Doeloe buka setiap hari, mulai pukul 04.30 sampai 12.00 WIB. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





