Nasional

Imbas Konflik Timur Tengah, Pasar Saham Korsel Anjlok 7%

×

Imbas Konflik Timur Tengah, Pasar Saham Korsel Anjlok 7%

Sebarkan artikel ini
Saham RI
Indeks angka Saham hari ini. Foto: freepik

SEMARANG, beritajateng.tv – Isu soal konflik Timur Tengah yang semakin memanas kini memberikan dampak buruk terhadap banyak pihak.

Salah satunya pasar saham korsel yang berada di Korea kini mengalami penurunan yang cukup drastis.

Tepat pada Selasa Maret kemarin, penurunan angka tersebut kurang lebih 452,22 poin atau 7,24 persen ke level 5.791 poin pada penutupan perdagangan.

BACA JUGA: Siapa Byun Yo-han? Profil Aktor Korea Selatan yang Dirumorkan Akan Menikahi Tiffany Young SNSD Tahun Depan

Angka tersebut masuk pada kategori harga penutupan terendah sejal 20 Februari lalu saat sebelumnya masih berada di posisi 5.808,53.

Anjloknya angka tersebut lantaran isu konflik Timur Tengah yang semakin memanas. Kekhawatiran para investor terkait geopolitik yang sedang terjadi.

Imbas Konflik Timur Tengah

Tak hanya itu, mata uang won Korea kini juga ikut menurun drastis terhadap dolar Amerika Serikat.

Mata uang tersebut berada di posisi angka 1.466,1 won terhadap dolar AS tepat pada pukul 15.30.

Tentu saja terbilang penurunan yang cukup drastis dari angka sebelumnya. Mengetahui hal itu, tentu saja hal ini akan menjadi perhatian besar demi adanya stabilisasi pasar.

Pemerintah turut menyatakan kesiapannya menjalankan program stabilisasi pasar dengan dukungan anggaran sedikitnya 100 triliun won atau sekitar USD 68,4 miliar apabila dibutuhkan sewaktu-waktu.

BACA JUGA: Gratis! Jadi Oppa dan Eonni Korea Selatan di Hanbok Experience Festival Kota Lama Semarang

Pasar modal sendiri sempat terguncang cukup tajam dalam perdagangan hari ini. Di sisi lain, meskipun harga minyak dunia masih bergerak fluktuatif, kementerian mencatat bahwa laju kenaikannya mulai menunjukkan perlambatan.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas berbagai praktik pasar yang tidak adil, termasuk penyebaran informasi palsu yang berupaya memanfaatkan sentimen negatif para investor.

Upaya juga terus berlangsung salah satunya Wakil Menteri Keuangan Korea Selatan Lim Ki Keu yang memantau langsung perkembangan.

Ia memerintahkan kepada seluruh pejabat kementrian untuk mengawasi status pelaksanaan anggaran pemerintaan secara menyeluruh.

Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir adanya dampak kerugian yang bakal terhubung dengan krisis saat ini. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp