SEMARANG, beritajateng.tv – Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SDN Pedurungan Tengah 02 berkumpul di lapangan, pada hari Jumat, 31 Januari 2025 pagi. Mereka membawa dan mengeluarkan bekal dan mengonsumsinya bersama-sama.
Uniknya, bekal itu tidak berisi makanan biasa. Melainkan berisi makanan tradisional seperti gethuk, tiwul, dan sebagainya.
SDN Pedurungan Tengah 02 mengajak peserta didik untuk menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat dan mengandung gizi seimbang dalam program Jumat Sehat Ceria (Juseria).
Kepala SDN Pedurungan Tengah 02, Daryati menjelaskan, sekolah memang meminta siswa untuk membawa bekal berisi makanan sehat atau makanan tradisional saat kegiatan Juseria. Tujuannya tentu agar para siswa mengenal dan mencoba berbagai makanan tradisional.
BACA JUGA: Singgung Ancaman Krisis Pangan, Sumanto Dukung Budidaya Jagung Jadi Makanan Pengganti Beras
Pasalnya, Daryati menilai jika anak-anak zaman sekarang lebih suka makanan kekinian yang tak jarang berbahaya bagi tubuh mereka.
“Anak-anak tidak familiar dengan makanan tradisional. Mereka nggak doyan gethuk, tiwul, doyannya makanan kekinian,” ungkap Daryati kepada beritajateng.tv.
Dengan kegiatan ini, lanjut Daryati, siswa belajar mengonsumsi makanan tradisional. Selain makanan tradisional, siswa juga bisa belajar mengenal makanan sehat sesuai anjuran Isi Piringku.
“Anak-anak susah makan sehay. Kadang mereka dibekali sayur kacang buncis saja tidak dihabiskan. Jadi dengan ini anak-anak bisa makan sayur bersama teman-temannya di lapangan,” sambungnya.
Dilakukan bersamaan Isra Miraj
Lebih lanjut, Daryati menuturkan jika kegiatan Juseria rutin dilakukan di hari Jumat terakhir di setiap akhir bulan. Istimewanya, Juseria hari ini berlangsung bersamaan dengan Peringatan Isra Miraj.
Tak hanya makan bekal bersama di lapangan, namun siswa juga mendengarkan ceramah dari ustad.
“Kegiatannya memang bersamaan agar efektif waktu. Juseria sekaligus Isra Miraj. Jadi sambil mendengarkan tausyiah anak-anak makan makanan tradisional,” kata Daryati.
BACA JUGA: Viral Makanan Anak TK di Korea Selatan Lengkap, Bikin Netizen Kepo Pajaknya
Adapun peringatan Isra Miraj di SDN Pedurungan Tengah 02 mengambil tema tentang sholat 5 waktu. Menurut Daryati, tema itu diambil karena penting untuk menanamkan rajin ibadah kepada anak sejak dini.
“Agar anak-anak tau pentingnya sholat, karena sholat mendidik kita menjadi manusia yang berkarakter disiplin, cinta kebersihan, bertanggung jawab hingga berakhak mulia,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





