KUDUS, beritajateng.tv – PT Djarum bersama Polytron kembali menghadirkan program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pada tahap kedua tahun 2025 ini, sebanyak 130 rumah warga selesai renovasi dan rehab ulang dengan total anggaran lebih dari Rp7,5 miliar.
Setiap rumah mendapat alokasi biaya renovasi sekitar Rp58 juta hingga Rp60 juta. Bantuan ini menjangkau 9 kecamatan, antara lain 18 rumah di Kecamatan Gebog, 21 rumah di Dawe, 5 rumah di Bae, 13 rumah di Kota. Ada pula 13 rumah di Kaliwungu, 2 rumah di Jati, 26 rumah di Undaan, 17 rumah di Mejobo, dan 15 rumah di Jekulo.
Program ini melanjutkan tahap pertama pada April 2025 yang telah meresmikan 92 rumah.
Salah satu penerima bantuan, Misbahussurur dari Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, mengaku sangat senang dan bersyukur. Rumahnya yang sebelumnya hampir roboh dan sering bocor kini jauh lebih nyaman untuk ia tinggali.
“Rumah saya dulu goyah, kalau kena angin itu goyang-goyang istilahnya, atap juga pada bocor. Dulu kamar mandi roboh, kena angin. Karena itu, saya mandinya di rumah tetangga. Sekarang Alhamdulillah sudah ada kamar mandi dan wc. Perasaan saya setelah rumah sudah jadi yang pasti bahagia. Terima kasih untuk PT Djarum dan Polytron sudah membantu membangun rumah layak huni,” ujar Misbahussurur usai menerima kunci rumah secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus.
BACA JUGA: Jalankan Program RSLH, PT Djarum Renovasi 15 Rumah Tak Layak Huni di Kabupaten Temanggung
Serah terima rumah layak huni juga dihadiri Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, jajaran Forkopimda, pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, perwakilan kecamatan dan desa, serta manajemen PT Djarum dan Polytron.
Bupati Sam’ani Intakoris mengapresiasi komitmen kedua perusahaan dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui program RSLH.
Menurutnya, rumah layak huni akan mendorong warga lebih produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami berterima kasih atas kepedulian PT Djarum dan Polytron. Rumah yang sehat dan nyaman menjadi pondasi penting agar masyarakat bisa hidup lebih baik dan sejahtera,” ungkap Sam’ani.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, tahap pertama dan kedua dengan total 222 rumah. Ini merupakan rangkaian dari target 300 hunian yang akan Djarum renovasi sepanjang tahun 2025.
Sementara untuk 78 rumah lainnya tengah proses pencanangan dan akan rampung pada Desember mendatang.
Ia melanjutkan, masih dalam suasana memperingati HUT ke–476 Kabupaten Kudus, momentum ini merupakan ‘kado’ dari perusahaan yang berkantor pusat di Kudus untuk masyarakat.
“Program ini kami persembahkan sebagai kado HUT ke–476 Kabupaten Kudus. Serah terima kali ini menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan program RSLH di Kudus,” ujar Budiharto.
Mulai tahap ini, luas rumah pihaknya tingkatkan menjadi 33,5 meter persegi, dengan tata letak kamar mandi pindah ke bagian belakang agar lebih higienis. Untuk keluarga dengan lebih dari lima anggota, luas rumah bertambah hingga 41 meter persegi dengan tiga kamar tidur.
Sementara itu, Direktur Finance Polytron, Guido One Tuwan, menambahkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari perayaan 50 tahun Polytron yang jatuh pada 18 September 2025.
“RSLH merupakan bentuk syukur sekaligus tanggung jawab sosial perusahaan. Kami berharap masyarakat Kudus semakin sejahtera seiring peningkatan kualitas hidup melalui hunian yang aman, sehat, dan layak,” katanya.
Hingga akhir tahun 2025, PT Djarum menargetkan merenovasi 350 rumah di Kudus dan sejumlah kabupaten lain di Jawa Tengah. Totalnya sejak 2022, program ini akan menjangkau 620 rumah di Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, hingga Purbalingga. (*)
Editor: Elly Amaliyah





