BLORA, beritajateng.tv – Kasus demam berdarah di Rumah sakit Umum daerah (RSUD) dr. R Soetidjono Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai meningkat. Kondisi tersebut mengakibatkan ruang IGD penuh.
Kasi Pelayanan dan Penunjang Medis RSUD dr R Soetijono Blora dr. Farida Laela menyebut kasus demam berdarah dengue (DBD) di RSUD dr Setiyono Blora meningkat sejak tiga bulan terakhir. Terhitung mulai Oktober hingga Desember.
“Pada Oktober angka kasusnya masih 37. November 44 dan Desember ini sudah 42. Dan trennya masih meningkat,” kata Farida.
BACA JUGA: IDI Kota Semarang: Nyamuk Wolbachia Efektif Tekan Angka Demam Berdarah
Akibat adanya tren peningkatan itu ruang IGD di RSUD dr Setidjono saat ini menyebabkan pasien meningkat dan penuh. Sehingga pihak rumah sakit mengantisipasi dengan menerapkan manajemen khusus. Antara lain dengan cara segera memindahkan pasien yang tak lagi kritis. Dan segera memulangkan yang sudah membaik.
“Paling banyak pasien DBD dari anak. Ada 13 yang diagnosa DBD,” jelasnya.
Meski tren tiga bulan ini ada peningkatan, menurutnya tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan tahun 2022. Bisa jadi itu lantaran beberapa faktor.
Pertama karena intensitas hujan kali ini relatif lebih rendah. Sehingga bisa jadi perkembangan nyamuk tidak terlalu banyak pula. Kedua bisa jadi lantaran pencegahan di tingkat masyarakat berjalan dengan baik.
“Barangkali masyarakat makin melek pencegahan lima M. Sehingga tak separah tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.
Ia pun berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada. Apabila ada warga yang mengalami demam berlebihan, segera diminta periksa.
“Cari pertolongan. Jangan sampai ke faskes dengan kondisi sudah terlambat,” paparnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





