SEMARANG, beritajateng.tv – Kota Lama Semarang masih menjadi primadona kunjungan wisata ke Kota Semarang, meskipun ikon kota lama yakni GPIB Immanuel Semarang (Gereja Blenduk) masih dalam tahap rehab.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R. Wing Wiyarso, mengungkapkan bahwa Kota Lama masih menjadi primadona kunjungan wisata di Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan data dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jateng, Kota Lama menempati peringkat pertama jumlah kunjungan wisatawan selama tahun 2022-2024.
BACA JUGA: Video Revitalisasi Pecinan Semarang Mulai, Fokus Perbaikan Jalan dan Pedestrian
Dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata, Pemkot Semarang, yang di pimpin oleh Walikota Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita), sedang melaksanakan proyek revitalisasi ikon kawasan Kota Lama. Proyek ini bertujuan untuk mengangkat Kota Lama sebagai kawasan pusaka dunia yang telah terdaftar ke UNESCO.
Kawasan Semarang Lama
Revitalisasi tidak hanya berfokus pada Kota Lama. Tetapi juga merambah ke kawasan lain seperti Kampung Melayu, Kampung Arab, dan saat ini, fokus mengarah ke kawasan Pecinan.
“Kami berharap, setelah revitalisasi selesai, tidak hanya Kota Lama yang di untungkan. Tetapi seluruh kawasan Semarang yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan,” ujar Wing.
Pemkot Semarang juga berkomitmen untuk menetapkan kualitas pariwisata dengan memperhatikan aspek lingkungan. “Kami sudah mulai meningkatkan kesadaran lingkungan di destinasi wisata. Tetapi edukasi kepada wisatawan juga sangat perlu untuk memastikan mereka menghormati dan menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Menyikapi masalah-masalah kebersihan, mengingat saat hujan deras sering terjadi genangan karena saluran air tersumbat. “Kami menemukan bahwa sampah yang dibuang sembarangan oleh wisatawan adalah salah satu penyebabnya,” kata Wing, menekankan pentingnya kesadaran dari wisatawan dalam menjaga kebersihan area publik.
Sementara itu, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menambahkan bahwa revitalisasi di Kota Lama juga mempengaruhi lingkungan sekitarnya. “Fokus kami adalah integrasi pengelolaan kawasan yang terintegrasi bernama Semarang Lama. Kami minta OPD teknis untuk melakukan revitalisasi di wilayah lain,” ungkapnya.
Mbak Ita menjelaskan bahwa revitalisasi di Kampung Melayu dan kawasan Johar sudah mulai menunjukkan hasil, meskipun masih ada pekerjaan rumah di kawasan Pecinan.
“Kami mendapat dukungan dari OJK dan perbankan, termasuk Himbara dan Bank Jateng, untuk mempercantik Pasar Johar. Kami berharap, tahun depan, penanganan di Pecinan, yang merupakan pusat pariwisata, dapat direalisasikan,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah dan komitmen Pemkot Semarang, ia berharap Semarang Lama terus berkembang sebagai tujuan wisata yang menarik dan berkelanjutan. Tentunya, mampu memberikan pengalaman yang berharga bagi wisatawan, sekaligus melestarikan warisan budaya yang ada. (*)
Editor: Elly Amaliyah





