Jateng

Minat Beternak Turun, Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Pemerintah Beri Insentif

×

Minat Beternak Turun, Ketua DPRD Jateng Sumanto Dorong Pemerintah Beri Insentif

Sebarkan artikel ini
budaya tradisional | Ketua DPRD Jateng Sumanto
Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Ricky Fitriyanto/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua DPRD Jateng Sumanto menyoroti minat beternak di masyarakat yang semakin menurun. Anak muda dan lulusan sarjana tak banyak yang mau beternak. Ia meminta pemerintah memberikan insentif agar beternak menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan.

Melihat dari data, potensi hasil peternakan di Provinsi Jawa Tengah cukup tinggi dan hanya kalah dengan Jawa Timur. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan saat ini adalah menumbuhkan kemauan orang untuk beternak.

Sumanto mengatakan bahwa minat masyarakat beternak semakin turun. Terlebih, Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK sudah tidak lagi membuka jurusan peternakan maupun pertanian. Anak muda pun setelah lulus kuliah dan menjadi sarjana, tak banyak yang mau menjadi peternak.

Ketua DPRD Jateng Sumanto. (Humas DPRD Jateng)

“Mereka lebih senang menjadi pegawai negeri, atau bekerja di perusahaan karena gajinya minimal UMR,” kata Sumanto, belum lama ini.

BACA JUGA: Jalankan Inpres Efisiensi dan Opsen PKB, Ketua DPRD Jateng Sumanto Minta Pemda Optimalisasi PAD

Potensi beternak tersebut, kata Sumanto, akan semakin turun. Terlebih kini masyarakat sudah semakin mengikuti sistem kapitalisme.

Ketua DPRD Jateng Sumanto berharap penghasilan peternak meningkat

Dari kondisi yang cukup memprihatinkan ini, ia mendorong pemerintah untuk memberikan insentif yang cukup kepada para peternak. Beternak, lanjutnya, harus menghasilkan pendapatan yang cukup sehingga setimpal dengan modal yang para peternak keluarkan.

“Minimal penghasilannya setara UMR lah sehingga para peternak ini ‘cucuk‘,” ungkapnya.

Menurut Sumanto, potensi besar sektor pertanian dan peternakan di Jawa Tengah mampu menopang visi-misi Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kurangnya peran pemerintah dalam penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap kedua beberapa waktu lalu. Wabah PMK yang melanda hewan ternak belum lama ini jauh lebih ganas daripada sebelumnya.

BACA JUGA: Produksi Telur-Daging Ayam Surplus, MBG Dorong Peternakan Jateng Penuhi Kebutuhan Protein