SEMARANG, beritajateng.tv – OMRON Healthcare Indonesia memperluas jangkauan layanan perangkat kesehatan dengan meresmikan OMRON Experience Center (OEC) di Kota Semarang.
Kehadiran pusat layanan ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan layanan purna jual sekaligus edukasi kesehatan bagi masyarakat Jawa Tengah di tengah tingginya angka hipertensi di wilayah tersebut.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi di Jawa Tengah mencapai 32,9 persen, lebih tinggi dari angka nasional sebesar 30,8 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemantauan tekanan darah secara rutin masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan pembukaan OMRON Experience Center di Semarang merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk mendukung gaya hidup sehat melalui akses layanan yang lebih mudah.
“Melalui misi global Going for ZERO, OMRON berkomitmen menurunkan risiko stroke dan serangan jantung. Pemantauan tekanan darah secara rutin menjadi fondasi utama, dan itu harus di dukung oleh layanan yang cepat, mudah kita akses, serta andal. OMRON Experience Center kami hadirkan untuk memastikan masyarakat dapat merawat perangkat kesehatannya tanpa hambatan,” ujar Tomoaki.
OMRON Experience Center Semarang berlokasi di Datascrip, Ruko Peterongan Plaza Blok A-10, Jalan MT Haryono No. 719, Wonodri. Di pusat layanan ini, masyarakat dapat memperoleh layanan purna jual seperti servis dan kalibrasi alat kesehatan.
Pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai perangkat OMRON, mulai dari tensimeter digital, monitor komposisi tubuh, nebulizer, alat manajemen nyeri, hingga termometer digital. Sebelum memutuskan pembelian melalui apotek, toko alat kesehatan, atau kanal resmi daring.
BACA JUGA: Penyakit Jantung, Hipertensi, Diabetes dan Gagal Ginjal Ancam Usia Produktif
Hingga kini, OMRON Experience Center telah hadir di 12 kota besar di Indonesia. Di antaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Medan, Makassar, Palembang, Padang, Bali, Balikpapan, dan Manado.
Selain memperluas layanan teknis, OMRON juga menaruh perhatian besar pada aspek edukasi kesehatan.
Data SKI 2023 menunjukkan pola konsumsi makanan berisiko di Jawa Tengah masih relatif tinggi, seperti makanan manis, asin, berlemak, dan berbumbu penyedap.
Pola konsumsi ini berpotensi meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular jika berlangsung dalam jangka panjang.
Ketua Pokja Hipertensi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Dr Bagus Andi Pramono SpJP FIHA, menegaskan bahwa hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pemantauan berkelanjutan.
“Tekanan darah bersifat dinamis dan bisa berubah karena banyak faktor, mulai dari aktivitas fisik, stres, hingga waktu pengukuran. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah yang akurat, terstandar, dan harus secara berulang menjadi kunci dalam diagnosis dan evaluasi terapi,” jelas Dr Bagus.
Ia menambahkan, penggunaan alat ukur tekanan darah yang tervalidasi secara klinis. Sekaligus bersamaan dengan edukasi cara pengukuran yang benar sangat penting untuk mencegah kesalahan klasifikasi hipertensi.
Salah Satu Upaya Menekan Angka Hipertensi
“Kehadiran Experience Center harapannya dapat meningkatkan literasi masyarakat. Sekaligus membantu tenaga kesehatan dan pasien memahami pentingnya pengukuran tekanan darah sesuai standar,” katanya.
Sejalan dengan rekomendasi penanganan hipertensi terkini. PERKI juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan dan pemantauan tekanan darah jangka panjang, termasuk pengukuran mandiri di rumah.
Dalam mendukung upaya tersebut, OMRON menyediakan berbagai pilihan tensimeter untuk penggunaan rumahan, salah satunya OMRON Complete. Perangkat ini memungkinkan pengukuran tekanan darah sekaligus perekaman irama jantung dalam satu alat.
Gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi kerap tidak kita sadari karena gejalanya ringan atau bahkan tanpa keluhan.
Padahal, kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Dengan perangkat yang mampu memantau tekanan darah dan irama jantung, masyarakat harapannya lebih waspada terhadap kondisi kesehatannya.
Seluruh tensimeter OMRON di rancang sesuai standar medis internasional dan telah melalui uji validasi klinis oleh berbagai lembaga independen.
Termasuk European Society of Hypertension, British Hypertension Society, serta Association for the Advancement of Medical Instrumentation, dan direkomendasikan oleh StrideBP. (*)
Editor: Elly Amaliyah





