DEMAK, beritajateng.tv – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengklaim tingginya partisipasi masyarakat Demak yang mengikuti Pemilu susulan.
Adapun Pemilu susulan itu berlangsung di wilayah terdampak banjir, yakni Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu 24 Februari 2024.
Nana mengunjungi 11 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang bertempat di MTs Nahdlotussibyan, Wonoketingal dan 4 (empat) TPS di Madrasah Diniyah Wonoketingal daerah setempat.
Meskipun hujan sempat mengguyur di daerah tersebut, Nana menyebut hal itu tak mengurangi antusiasme pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.
Dalam keterangannya, Nana menuturkan bahwa pemilih tampak berbondong-bondong menuju TPS untuk menyalurkan hak pilihnya.
BACA JUGA: Ramai Hak Angket Usut Kecurangan Pemilu, Ganjar Beberkan Rencana Politik Jangka Pendeknya
Menurut keterangannya, per Sabtu, 24 Februari 2024 pukul 11.43 WIB, partisipasi pemilih di lokasi Pemilu susulan sudah mencapai angka 65% hingga 70%.
“Beberapa TPS yang kami cek bersama-sama dengan Forkopimda menunjukkan bahwa masyarakat semangat, sabar, dan tabah. Mereka menggunakan haknya selaku anak bangsa, selaku warga negara yang baik,” ujar Nana.
Nana menyampaikan, penyelenggaraan pemungutan suara susulan tersebut di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak telah berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Regulasi tersebut mengatur bahwa proses pemungutan suara tersebut mesti berlangsung satu hari setelah pelaksanaan Pemilu pada Rabu, 14 Februari 2024 lalu.
Pengadaan Pemilu susulan tersebut mengingat jelang Rabu, 14 Februari 2024 lalu, terjadi banjir akibat tanggul jebol di Karanganyar, Demak.
“Pemilu susulan berlangsung di 10 desa, pusatnya di 68 titik TPS dengan jumlah pemilih 27.669 orang,” jelas Nana.
Tinjau Pemilu susulan sekaligus meninjau banjir
Selain meninjau jalannya Pemilu susulan di Karanganyar, Demak, Nana juga meninjau perkembangan banjir di wilayah tersebut. Pihaknya mengecek kembali jalan menuju tanggul Sungai Wulan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak pasca banjir yang melanda daerah tersebut.
“Dalam satu minggu ini sudah terlaksana penyedotan air dengan menggunakan pompa air yang cukup besar. Ada 27 pompa yang dioperasikan. Saat ini airnya sudah mulai semakin surut,” jelas Nana.
BACA JUGA: Tanggapi Soal Hak Angket untuk Selidiki Kecurangan Pilpres, Gibran: Matur Nuwun, Pak Ganjar
Seiring dengan surutnya banjir, sambung Nana, saat ini wilayah itu tengah memasuki masa recovery atau pemulihan. Di masa ini, Pemprov Jateng, bekerja sama dengan Kodam IV/ Diponegoro dan Polda Jateng yang akan membantu masyarakat membersihkan lingkungan pemukimannya. (*)
Editor: Farah Nazila





