SEMARANG, beritajateng.tv – Kabar duka datang dari salah satu penyanyi cantik bernama Ping Chayada. Ia merupakan salah satu penyanyi pop berbakat yang terkenal di di Thailand.
Tepat pada 8 Desember kemarin, ia kini menghembuskan nafas terakhirnya di usia yang ke 20 tahun. Sebelum itu, kabarnya ia kini mengunjungi salah satu tukang pijat untuk meredakan ketegangan otot.
Namun, teknik pemijatan leher oleh terapis justru memperburuk kondisinya. Dua hari setelah pijat pertama, Ping merasakan ketidaknyamanan yang ia anggap sebagai efek normal dari pijat.
Kronologi Meninggalnya Ping Chayada
Ia pun mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa menyadari adanya masalah yang lebih serius. Akan tetapi, rasa sakit terus berlanjut dan bahkan menyebabkan mati rasa di lengannya.
Meski demikian, Ping kembali melakukan sesi pijat kedua dengan terapis yang sama, berharap kondisinya membaik. Dua minggu setelah pijat kedua, tubuhnya mulai terasa kaku dan ia kesulitan untuk berbaring.
Merasa kondisi semakin buruk, Ping Chayada mencoba terapis lain. Alih-alih membaik, ia malah merasakan kesemutan di jari-jari tangan, mati rasa di kaki kanan, dan rasa sakit yang semakin parah.
Pada 30 Oktober, Ping akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit dan diberikan obat penghilang rasa sakit, namun kondisinya terus memburuk.
Pada 6 November, ia masuk rumah sakit karena rasa sakit hebat pada leher dan kaki yang membuatnya tidak bisa bergerak.
Unggahan terakhirnya melalui akun sosial media milik pribadinya menyatakan bahwa ia sedang mengalami sakit yang begitu luar biasa.
“Saya suka pijat sejak kecil, tapi kali ini berbeda. Aku mengalami rasa sakit luar biasa. Saya ingin sembuh dan kembali bekerja, tapi tubuh saya belum siap,” tulisnya.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa Ping mengalami transverse myelitis, yaitu kondisi neurologis karena ada peradangan pada sumsum tulang belakang.
Meskipun sempat membaik dan diizinkan pulang pada 11 November, kondisinya kembali memburuk seminggu kemudian.
Pada 18 November, Ping mengalami kejang hebat dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk yang terakhir kalinya. (*)





