Jateng

PKK Karangjati Semarang Kembangkan UMKM Batik Ecoprint, Lelang Karya Dukung Pencegahan Stunting

×

PKK Karangjati Semarang Kembangkan UMKM Batik Ecoprint, Lelang Karya Dukung Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini
Batik Ecoprint Semarang
Salah satu stan Tim Penggerak PKK Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, menunjukkan cara pembuatan batik ecoprint, Minggu, 19 Oktober 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Upaya Tim Penggerak PKK Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dalam mengembangkan UMKM batik ecoprint patut beroleh acungan jempol.

Meski baru tiga bulan belajar batik ecoprint, mereka sudah berani menggelar pameran aneka kreasi batik ecoprint yang sudah dihasilkan. Mulai dari berbagai ragam busana, topi, tas, hingga asesoris fesyen lainnya

Tak hanya berpameran, para ibu PKK di kelurahan ini juga berani berlenggak-lenggok layaknya model. Mereka mengenakan berbagai busana berbahan dasar batik ecoprint untuk kemudian mereka lelang on the spot.

Hasil lelang tersebut didonasikan untuk membantu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan sebagian untuk pengembangan usaha batik ecoprint di kelurahan mereka.

“Ini gagasan yang luar biasa dari Tim Penggerak PKK Kelurahan Karangjati,” kata Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo, pada Pameran Ecoprint Tim Penggerak PKK Kelurahan Karangjati di balai kelurahan setempat, Minggu, 19 Oktober 2025.

BACA JUGA: Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Anak-Anak Desa Rowosari Bikin Totebag Ecoprint

Bagus mengaku terkesan, karena tiap PKK di lingkungan RW yang ada di Kelurahan Karangjati sudah memproduksi batik ecoprint yang ragam kreasinya tampil di pameran kali ini.

Sebagai bentuk apresiasi, Bagus pun akan ikut membantu memasarkan produk-produk batik ecoprint oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Karangjati tersebut.

Salah satu caranya dengan mengenakan busana batik ecoprint tersebut pada kegiatan maupun acara-acara resmi. Sehingga, batik ecoprint PKK Kelurahan Karangjati semakin terkenal, tidak hanya di Kabupaten Semarang tetapi juga nasional.

“Ini sebagai bentuk keberpihakan dan dukungan saya, wakil rakyat Provinsi Jawa Tengah, terhadap potensi UMKM kreatif yang ada di Kabupaten Semarang ini,” jelasnya.

Bagus juga menilai, dalam upaya mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, batik ecoprint ibu-ibu PKK ini juga potensial. Sebab, nilai ekonominya tidak kalah menjanjikan.

Banderol batik ecoprint Karangjati Semarang tembus Rp300-500 ribu

Satu potong busana batik ecoprint harganya bisa mencapai kisaran Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Di satu sisi, problem yang jamak UMKM hadapi yakni pemasaran.

“Mestinya pemerintah daerah juga hadir untuk memberikan dukungan terhadap potensi yang ada di daerahnya. Salah satu contohnya produksi ibu-ibu PKK di Kelurahan Karangjati ini,” tegasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Karangjati, Sutanti, menyebut saat ini PKK di sembilan RW yang ada di lingkungan Kelurahan Karangjati sudah memproduksi batik ecoprint.

Padahal, keterampilan batik ecoprint ini baru ia perkenalkan dan ajarkan pada bulan Juni 2025 lalu melalui program kerja Pokja 3 PKK Kelurahan Karangjati. Bahkan, saat ini juga ada PKK lingkup RT yang juga memproduksi.

“Jadi pameran kali ini menampilkan kreasi dan produksi 11 usaha batik PKK di lingkungan Kelurahan Karangjati ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Bangkitkan Ekonomi Kreatif, Kresem Art Street 4 Pamerkan Batik Semarang dari Ratusan Pembatik

Terkait misi charity pada kegiatan pameran ini, Sutanti menyampaikan, karena ini merupakan program kerja Tim Penggerak PKK, maka selain untuk mempromosikan juga untuk memperkuat peran PKK.

“Kebetulan PKK juga memberi perhatian pada pencegahan stunting melalui program Genting. Di satu sisi kami juga punya keinginan untuk membentuk Kelompok Ekonomi bagi UMKM ecoprint se-Kelurahan Karangjati,” lanjutnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Semarang, Ari Dwi Setyanto, menyampaikan akan mendorong Pemerintah Kabupaten Semarang mendukung pengembangan batik ecoprint ini.

“Potensi ekonominya menjanjikan. Sehingga Kabupaten Semarang bisa menjadikan batik ecoprint ikonnya tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga di tingkat nasional,” tegasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp