SEMARANG, beritajateng.tv – Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) bersama tim gabungan memastikan tanggul Sungai Legi yang jebol di Dusun Rowokasam, Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru telah tertangani.
Relawan memasang karung plastik berisi pasir sebagai tanggul darurat untuk mencegah luapan air kembali masuk ke permukiman warga. Mereka juga memperkuat tanggul dengan pancang bambu agar lebih kokoh saat debit air meningkat.
Ketua PMI Kecamatan Banyubiru, Probo Dewi Susetyowati, mengatakan penanganan darurat langsung dilakukan tak lama setelah tanggul jebol akibat hujan lebat pada Kamis 30 April 2026 sore.
BACA JUGA: Tanggul Sungai Legi Jebol, 13 Rumah di Desa Rowoboni Banyubiru Semarang Terendam Banjir
Menurutnya, jebolnya tanggul memicu genangan air bercampur lumpur yang merendam belasan rumah warga. Sebanyak 14 kepala keluarga di RT 02/RW 03 Dusun Rowokasam terdampak kejadian tersebut.
“Dengan tanggul darurat ini, air sungai bisa ditahan agar tidak kembali melimpas ke permukiman,” jelasnya.
Selain memperbaiki tanggul, relawan juga membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah warga dan menggenangi jalan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan personel BPBD Kabupaten Semarang, Babinsa TNI, serta Bhabinkamtibmas dari Polsek Banyubiru.
PMI Kecamatan Banyubiru juga berkoordinasi dengan PMI Kabupaten Semarang untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Harapannya, segera ada bantuan dalam waktu dekat.
BACA JUGA: 2 Tanggul Sungai di Grobogan Jebol, 6 Kecamatan Terdampak Banjir
Sementara itu, relawan SIBAT Banyubiru, Nur Hidayat, menambahkan hujan deras sejak siang hingga sore menyebabkan debit Sungai Legi meningkat tajam. Arus deras bahkan sempat menerjang jembatan penghubung Dusun Rowokasam dan Dusun Sukodono sebelum akhirnya merusak tanggul di sisi selatan jembatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan warga dan penguatan infrastruktur penahan air di wilayah rawan banjir. (*)
Editor: Farah Nazila






