Peristiwa

Tanggul Sungai Legi Jebol, 13 Rumah di Desa Rowoboni Banyubiru Semarang Terendam Banjir

×

Tanggul Sungai Legi Jebol, 13 Rumah di Desa Rowoboni Banyubiru Semarang Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
Sungai Legi
Air dari tanggul Sungai Legi yang jebol menggenangi rumah warga di lingkungan RT 03 RW 03 Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis, 30 April 2026 sore. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Banyubiru pada Kamis, 30 April 2026 sore mengakibatkan tanggul Sungai Legi jebol. Insiden ini menyebabkan air meluap dan menggenangi belasan rumah warga di Desa Rowoboni, Kabupaten Semarang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, mengonfirmasi bahwa jebolnya tanggul terjadi tepat di lingkungan RT 03/RW 03 Desa Rowoboni.

“Tanggul yang jebol memiliki tinggi sekitar 140 sentimeter dengan lebar 130 sentimeter. Pemicunya adalah peningkatan debit air sungai yang sangat drastis akibat hujan lebat, sehingga konstruksi tanggul tidak mampu lagi menahan tekanan arus,” jelas Alexander saat beritajateng.tv konfirmasi pada Kamis petang.

BACA JUGA: Tanggul Bremi Pekalongan Jebol Imbas Hujan Deras, Ahmad Luthfi Anggarkan Rp37 Miliar untuk Perbaikan

Sedikitnya 13 rumah warga terdampak langsung oleh limpasan air sungai. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang terjadi mulai pukul 14.05 WIB tersebut.

Hingga menjelang waktu Magrib, kondisi air ԁilaporkan telah menyusut. Tim gabungan yang terdiri dari warga, relawan, dan petugas BPBD segera melakukan langkah-langkah darurat.

Penanganan darurat tersebut yakni dengan membersihkan lumpur serta menutup secara darurat titik tanggul yang jebol menggunakan tumpukan karung berisi tanah dan pasir (sandbags).

BACA JUGA: Banjir Kiriman Rendam Dinar Indah, Pemkot Semarang Perkuat Tanggul Darurat

Mengingat infrastruktur sungai berada di bawah wewenang pemerintah pusat, BPBD telah berkomunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana untuk perbaikan permanen.

“Penanganan darurat sudah kami lakukan bersama warga. Namun, untuk perbaikan tanggul secara permanen merupakan tanggung jawab dan kewenangan BBWS Pemali-Juana. Kami sudah berkoordinasi agar segera ada tindak lanjut teknis di lokasi,” tandas Alexander.

BPBD mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang ԁiprediksi masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp