SEMARANG, beritajateng.tv – Informasi seputar pengungkapan kasus penculikan dan pembunuhan Kepala KCP BRI Cempaka Putih beberapa hari terakhir menjadi berita utama dan ramai di media sosial.
Dari berbagai kabar yang beredar luas di media sosial, aparat kepolisian menangkap salah satu terduga pelaku di salah satu tempat di Kabupaten Semarang.
Tepatnya, di sebuah rumah di lingkungan Perumahan Ungaran Indah, Dusun Sendangrejo, Desa Nyannyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Berdasarkan kabar yang tersebar, proses penangkapan salah satu terduga pelaku berinisial RS berlangsung di sebuah rumah di Jalan Handayani Raya Nomor 24.
BACA JUGA: Pembunuhan Bayi: Ibu Korban Ungkap Brigadir Ade Ngaku Kerja di Telkom, Kenalan di Klub Malam
Sehingga, kabar ini pun ramai jadi perbincangan warga di Ungaran. Namun, selain dari informasi yang beredar melalui media sosial, tak banyak warga yang tahu ihwal penangkapan tersebut.
Termasuk Kepala Desa (Kades) Nyatnyono, Parsunto, yang beritajateng.tv konfirmasi usai mengikuti sebuah kegiatan di Kantor Disdikbudpora Kabupaten Semarang.
“Kebetulan pada saat penangkapan saya sedang berada di luar kota, jadi prosesnya seperti apa tidak banyak tahu,” ungkapnya di Ungaran, Kamis, 28 Agustus 2025.
Penangkapan tersangka pembunuhan Kepala KCP Bank BUMN di Ungaran
Parsunto baru mengetahui kabar tersebut pada Rabu, 27 Agustus 2025 malam, setelah kembali dari luar kota. Sementara dari informasi yang ia terima, terduga pelaku tertangkap di wilayah Desa Nyatnyono.
“Saat itu yang bersangkutan memang sedang main ke wilayah kami, tepatnya di rumah temannya di lingkungan Perumahan Ungaran Indah, Sendangrejo,” lanjutnya.
Penangkapan terduga pelaku yakni oleh tim gabungan Polda Metro Jaya bersama Polrestabes Semarang pada Minggu, 24 Agustus 2025 dini hari.
BACA JUGA: Sebelum Bunuh Bayi, Brigadir Ade Sempat Kabur ke Purbalingga Dua Kali saat Tahu Kekasihnya Hamil
Di luar itu, Parsunto mengaku tak banyak mengetahui informasi lebih jauh seputar proses penangkapan, apalagi siapa sosok terduga pelaku yang teringkus tersebut.
Terlebih, terduga pelaku merupakan orang dari luar Kabupaten Semarang. “Memang pada saat penangkapan kebetulan ada di wilayah desa kami,” tambahnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





