Gaya Hidup

Sedang Tayang di Bioskop, Begini Review Film Kupilih Jalur Langit 2026

×

Sedang Tayang di Bioskop, Begini Review Film Kupilih Jalur Langit 2026

Sebarkan artikel ini
Film Kupilih Jalur Langit
Film Kupilih Jalur Langit. foto:ig/@kupilihjalurlangitmovie

SEMARANG, beritajateng.tv – Kisah Eliza Syifa yang sempat viral kini berhasil MD Pictures jadikan sebuah film religi berjudul Kupilih Jalur Langit.

Cerita dalam film tersebut begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga banyak yang tertarik untuk menyaksikannya.

Kabar baiknya, film tersebut kini sudah tayang di seluruh bioskop Indonesia. Yuk sebeum nonton, simak berikut informasi seputar review dari film tersebut.

Review Film Kupilih Jalur Langit

Film ini menyuguhkan konflik yang cukup relatable dengan kehidupan banyak orang, khususnya terkait pernikahan. Tema yang hadir begitu relevan, meski cenderung terasa segmented untuk kalangan tertentu yang pernah mengalaminya.

BACA JUGA: Rekomendasi Film Bertemakan Perempuan, Cocok Buat Rayakan Hari Kartini

Namun, saat kita coba telaah lebih dalam, premis ceritanya terasa kurang masuk akal secara logika.

Tokoh Amira yang baru akan memulai kuliah tiba-tiba harus menerima sebuah perjodohan, dengan sistem hubungan terkesan terlalu ideal jika harus bandingkan dengan kenyataan.

Keputusan hidup yang langsung mengarah pada peran sebagai istri juga bisa menimbulkan pertanyaan, terutama bagi penonton dengan sudut pandang modern.

Dari aspek teknis, kekuatan film ini terlihat pada visualnya, terutama dalam pemanfaatan warna. Dominasi nuansa biru dan merah dijaga cukup konsisten sepanjang durasi.

Terlepas dari alur cerita, ada detail menarik seperti perubahan warna pakaian Furqon misalnya mengenakan merah saat perasaannya mulai tumbuh terhadap Amira. Pendekatan ini membuat tampilan film terasa lebih hidup.

BACA JUGA: Daftar Pemain Film 402 Rumah Sakit Angker Korea, Penuh dengan Aktor Muda

Di sisi lain, dari segi akting, emosi khususnya pada adegan kemarahan terasa agak tertahan pada beberapa pemain, sehingga momen emosionalnya kurang terasa kuat.

Meski begitu, sutradara Archie Hekagery memiliki alasan yang cukup masuk akal terkait hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa hal itu terpengaruhi oleh situasi pertengkaran Furqon dan Amira yang terjadi di rumah orang tua mereka.

Di tengah alur yang cenderung dramatis, kemunculan tokoh yang menghadirkan Neneng Wulandari dan Ardit Erwandha menjadi elemen penyegar yang cukup penting. Interaksi keduanya mampu menghadirkan humor yang terasa alami sekaligus menghibur.
Elemen komedi ini membantu menjaga keseimbangan emosi film, sehingga penonton tidak terus-menerus larut dalam nuansa melankolis yang setengah hati. Justru pada bagian ini, film terasa lebih hidup dan lebih mudah untuk dinikmati. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp