SEMARANG, beritajateng.tv – Di tangan Apriliani Ernawati, limbah kertas surat kabar mampu berubah menjadi berbagai produk kerajinan tangan koran bekas yang memiliki nilai jual tinggi. Bersama Craftonesia, ia mampu meraup jutaan rupiah dari usahanya yang memanfaatkan limbah koran bekas.
Kisah Piliani sapaan akrabnya, berawal dari ketidaksengajaannya melihat tumpukan koran bekas di ruang tamu rumahnya.
Terlebih waktu itu usaha kulinernya sedang terpuruk akibat Pandemi Covid-19, Piliani kemudian terdorong untuk memanfaatkan koran bekas tersebut menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual.
“Ketika Pandemi Covid-19 usaha kuliner kolaps karena ga bisa ke mana-kemana. Waktu itu di ruang tamu ada koran numpuk dan akhirnya coba cari info koran ini bisa dibikin apa aja. Dari situ ketemulah ini kerajinan anyaman,” kata Piliani ketika beritajateng.tv berkesempatan berkunjung ke Galeri Craftonesia, Tembalang, Kota Semarang, belum lama ini.
Piliani kemudian mencoba bereksperimen dengan koran bekas tersebut. Ia yang memang hobi dengan seni kerajinan tangan ternyata tak menemui masalah berarti ketika menganyam lembar demi lembar koran bekas tersebut. Sejak itulah, mulai Juni 2021, Piliani resmi meluncurkan Craftonesia.
Beragam Produk Kerajinan Koran Bekas
Berbagai produk seperti tas jinjing, tatakan gelas, keranjang, gelang, gantungan kunci, jam dinding, hingga berbagai perintilan home decor sukses Piliani rangkai bermodalkan koran bekas.
Usahanya kemudian makin melejit ketika Piliani sukses menyabet juara II dalam lomba Video Produk Unggul Se-Kota Semarang.
BACA JUGA: Sulap Koran Bekas jadi Kerajinan Tangan Cantik Bernilai Tinggi
“Jadi lombanya berupa video proses pembuatan produksi, kita juga menujukkan produk-produknya lewat video itu. Kebetulan kita dapat juara 2 se-Kota Semarang, dari situ mulai keliatan progresnya, banyak pesanan yang masuk,” lanjut wanita berkacamata tersebut.
Harga yang ia banderol untuk per produknya variatif, mulai dari Rp 5 ribu untuk aksesoris seperti gelang dan gantungan kunci, hingga Rp 650 ribu untuk produk tas jinjing.
Perolehan Bulanan Capai Jutaan Rupiah
Pili menyebut, pendapatan yang berhasil ia raih tiap bulannya mencapai Rp 3 juta rupiah.
Memulai bisnis kerajinan tangan di kota besar seperti Kota Semarang nyatanya bukan tanpa hambatan. Piliani mengaku kesulitan mendapatkan karyawan yang memiliki keahlian khusus di bidang menganyam kertas. Tak heran hingga saat ini ia masih turun langsung menganyam koran.
“Tidak semua bisa menganyam, karena kalau produk seni seperti ini yang dijual kerapian. Jadi memang kendalanya di produksi yang terbatas, tapi sekarang alhamdulillah ada teman-teman mahasiswa Undip yang bantuin,” tutur Pili.
Melihat pelaku kerajinan tangan khususnya anyaman masih minim di Kota Semarang, Piliani bahkan rutin menyelenggarkan pelatihan.
Tiap hari Jumat, bertempat di teras rumahnya yang sekaligus Galeri Craftonesia, Piliani dengan suka rela mengadakan pelatihan menganyam secara gratis. Harapannya, ia ingin kerajinan anyaman koran bekas mampu berkembang lebih besar di Kota Semarang.
“Harapannya Craftonesia bisa jadi besar, enggak cuma bermanfaat buat aku tapi juga bermanfaat bagi orang-orang di sekitar aku. Bisa membantu menambah income orang-orang, sukses bareng-bareng,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





