Jateng

Terpasang Plang KPK, Begini Wujud Rumah Fadia Arafiq di Semarang yang Disita Penyidik

×

Terpasang Plang KPK, Begini Wujud Rumah Fadia Arafiq di Semarang yang Disita Penyidik

Sebarkan artikel ini
Rumah Fadia | fadia arafiq rumah
Rumah Fadia Arafiq di Kota Semarang yang disita KPK, Jumat, 19 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sebuah rumah milik eks Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang berada di Kota Semarang. Penyitaan ini dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Berdasarkan penelusuran beritajateng.tv, rumah tersebut berada di salah satu perumahan di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebuah rumah dua lantai dengan fasad berwarna abu-abu sedikit pudar dengan pilar berwarna hitam serta pagar besi hitam berornamen emas. Rumah tersebut memiliki luas 214 meter persegi.

Bangunan tersebut memiliki garasi dan halaman depan yang cukup luas. Di depan rumah terpasang plang bertuliskan “Telah Disita Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama Fadia Arafiq” yang dipasang KPK.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, rumah tersebut selama ini jadi kos-kosan dan salah satu anak Fadia tempatkan, yang sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang.

Salah seorang warga sekitar, Hadi (44), mengatakan pemasangan plang penyitaan sekitar empat hari lalu oleh petugas KPK.

“Itu difungsikan sebagai kos sudah lama. Pemasangan plangnya sekitar empat hari lalu, belum sampai seminggu,” kata Hadi saat beritajateng.tv temui di sekitar lokasi pada Jumat, 19 Juni 2026.

BACA JUGA: Suami Fadia Arafiq Dipanggil Polda Jateng: Pengacaranya Sempat Hadir Tapi “Balik Kanan“

Hadi mengaku mengetahui rumah tersebut merupakan milik Fadia Arafiq karena bertetangga dengan bangunan tersebut.

Ia menyebut Fadia dan suaminya, Ashraff Abu, beberapa kali datang ke rumah itu sebelum kasus korupsi yang menjerat Fadia mencuat.

“Sering datang waktu itu. Suami istri pernah ke sini. Setelah kasus itu sudah tidak kelihatan lagi,” katanya.

Keterangan serupa satpam perumahan setempat, Margono (50) sampaikan. Ia memperkirakan rumah tersebut dibeli sekitar dua tahun lalu atau menjelang Pilkada 2024.

“Paling sekitar dua tahunan. Sebelum pencalonan lagi sudah beli rumah di sini,” ujar Margono.