Gaya Hidup

Tips Hidup Sehat dan Bahagia Ala Rasulullah di Bulan Ramadhan

×

Tips Hidup Sehat dan Bahagia Ala Rasulullah di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
tips sehat dan bahagia
Ilustrasi. Tips sehat dan bahagia. Sumber: freepik.

SEMARANG, beritajateng.tv – Ada sebuah statement yang menyebutkan bahwa sehat itu mahal. Padahal jika kita telisik lebih jauh justru sehat itu murah, justru sakitlah yang mahal! Maka dari itu, sangat penting bagi kita agar melakukan tindakan preventif sebelum sakit. Salah satunya dengan meniru tips sehat dan bahagia ala Rasulullah.

“Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari no. 6412).

Menurut sejarah, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit sebanyak 2 kali. Pertama, saat Rasulullah diracuni oleh perempuan Yahudi. Kedua, ketika menjelang ajalnya.

Selain dari itu, Rasulullah selalu tampak sehat dan bugar. Maka itu, kita wajib meneladani tips sehat dan bahagia Rasulullah agar kita tidak mudah jatuh sakit.

Sebagaimana perintah Allah agar meneladani Rasulullah Saw. yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al-Ahzab: 21).

Ini beberapa tips sehat dan bahagia ala Rasulullah

1. Rasulullah Hanya Memakan Makanan Halal

Tips sehat dan bahagia ala Rasulullah selalu mengonsumsi makanan halal. Beliau mematuhi hukum Islam agar tidak memakan makanan haram. Hikmah larangan Allah untuk memakan makanan haram yakni berkaitan dengan kesehatan tubuh.

“Maka makanlah rezeki yang halal lagi suci yang telah diberikan Allah kepada kamu.” (QS. An Nahl: 114).

Maka dari itu, coba renungkan, apakah makanan yang kita makan selama ini sudah masuk dalam kategori halal? Halal cara memperolehnya dan halal secara zatnya.

BACA JUGA: 8 Makanan Sahur untuk Diet, Bagus untuk Kesehatan dan Menjaga Berat Badan

Tips Sehat dan Bahagia Selanjutnya

2. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Zaman dahulu belum ada junkfood atau makanan kemasan. Sumber utama makanannya bersumber dari bahan alami.