SEMARANG, beritajateng.tv – Video yang memperlihatkan aksi tawuran antarsekelompok pemuda dugaan kuat menggunakan senjata tajam hingga bom molotov di kawasan Mangkang, Kota Semarang, viral di media sosial.
Polisi memastikan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Plumbon, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan dan saat ini masih dalam penyelidikan.
Video yang beredar salah satunya diunggah akun Instagram @portalsemarang dengan narasi, “Beredar video aksi t4wuran diduga terjadi di jalan raya Mangkang Semarang. Sekelompok pemuda nekat saling serang menggunakan senjata tajam (sajam) hingga bom molotov di jalanan umum.”
Dalam video tersebut tampak dua kelompok pemuda saling berhadapan di Jalan Pantura kawasan Mangkang. Sejumlah orang terlihat berlarian sambil membawa benda yang dugaan kuat senjata tajam. Sesekali tampak kilatan api dan lemparan benda yang memunculkan kobaran api, dugaan bom molotov, sehingga membuat suasana jalan menjadi mencekam.
BACA JUGA: Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Prabowo Minta PT KAI Siapkan Trans Sumatera dan Kalimantan
Kapolsek Ngaliyan Kompol Aliet Alphard membenarkan lokasi kejadian berada di wilayah Plumbon, Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, tepatnya di jalur Pantura arah Semarang menuju Kendal.
“Untuk lokasi itu di Plumbon, Wonosari, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan. Tempatnya dari arah Semarang ke Kendal, Jalan Pantura,” kata Aliet saat beritajateng.tv hubungi melalui panggilan WhatsApp pada, Rabu, 5 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan warga, insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026 sekitar pukul 03.30 WIB, menjelang waktu subuh.
“Untuk kejadian dari hasil keterangan warga masyarakat tanggal 1 Agustus jam kurang lebih 03.30 pagi, menjelang subuh,” ujarnya.
Kompol Aliet menyebut aksi tawuran berlangsung singkat, sekitar 10 hingga 15 menit. Minimnya saksi mata membuat proses penyelidikan membutuhkan waktu karena warga tidak berani keluar rumah saat kejadian berlangsung.
“Paling sekitar 10 sampai 15 menit katanya. Saksi mata juga minim, masyarakat enggak berani keluar, cuma dengar saja,” jelasnya.





